Penduduk asli kecamatan Kualuh Leidong adalah suku Melayu. Namun, kelompok etnis terbesar di kecamatan ini adalah suku Batak (terutama Batak Toba), dengan 36,89% dari total populasi Kuala Leidong. Selain itu, sebagian penduduknya adalah suku Jawa (32,43%), Melayu (28,47%), Minangkabau (1,98%), dan lainnya (0,23%) pada tahun 2020.
Wilayah administratif
Kecamatan Kualuh Leidong merupakan pemekaran dari Kecamatan Kualuh Hilir yang pada saat itu terdiri dari 9 desa (Kuala Bangka, Kampung Mesjid, Teluk Piai, Sei Rebut, Teluk Pulai Dalam, Teluk Pulai Luar, Kelapa Sebatang, Tanjung Leidong, dan Simandulang). Setelah pemekaran, desa-desa tersebut dipisahkan menjadi dua kecamatan. Kecamatan Kualuh Leidong meliputi tujuh desa dan kelurahan. Desa dan kelurahan tersebut adalah Teluk Pulai Dalam, Teluk Pulai Luar, Air Hitam, Kelapa Sebatang, Pangkalan Lunang, Tanjung Leidong, dan Simandulang.[1]
Pemerintahan
Ibu kota Kecamatan Kualuh Leidong berada di Desa Tanjung Leidong. Lokasinya berada di muara sungai Kualuh dan Selat Malaka. Pemerintahan Kecamatan Kualuh Leidong dipimpin oleh seorang Camat.