Karena wilayah yang dipagari tembok benteng Kalinyamat adalah Desa Purwogondo, Margoyoso, Robayan, Bakalan dan Kriyan. Juga karena tempat Kraton Kalinyamat berada di Kriyan maka di daerah Desa Kriyan adalah pusat dari Orang-orang Pejabat, Bangsawan, saudagar, dan Pecinan maka dari itu di Kriyan juga menjadi Pecinan pada masa Kerajaan Kalinyamat. Dari hal itu Jelas Kriyan itu bersal dari bahasa jawa yaitu Prakriya yang artinya orang terpandang (bangsawan), kemudian berubah menjadi Kriyan yang maksudnya sekitar tempat para bangsawan.
Sejarah
Mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan kisah sejarah, Desa Kriyan merupakan salah satu wilayah pusat kerajaan Kalinyamat yang pada zaman dulu dipimpin Ratu Kalinyamat. Seorang Ratu yang begitu kesohor pada zaman penyebaran Islam oleh Wali Songo. Di Desa ini terdapat sebuah masjid, namanya Masjid Al Makmur yang konon merupakan masjid peninggalan zaman Ratu Kalinyamat yang saat itu dibangun Kiyai Jafar Shidiq.
Geografis
Desa Kriyan sebelah utara berbatasan dengan Desa Margoyoso, Sebelah selatan Berbatasan dengan Desa Robayan. Pada sebelah timur berbatasan dengan Desa Bakalan, Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Purwogondo, yang dipisahkan dengan sungai Sesek.
Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd (mantan rektor UNTIDAR Magelang)
Ali Mukartono, S.H., M.M.(Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus)
Prof. DR Achmad Gunaryo MSc ( Kepala Biro Hukum dan KLN Kemenag)
H. Sulchan (alm)
adalah pengusaha sukses yang merenovasi Masjid Al-Makmur Kriyan. Beliau juga pendiri Akademi Perikanan Kalinyamat. Beliau dahulunya jualan air keliling di Semarang tetapi karena keuletan kerja kerasnya, Beliau bisa sukses menjadi pengusaha.
KH. Noor Akhmad Ss (alm)
adalah seorang kyai kelahiran dari Desa Robayan yang
ahli dalam bidang ilmu falak. Beliau juga merupakan utusan Gusdur untuk mengubah Haji Akbar, bahkan sampai Arab Saudi Dianggapnya pada waktu itu ahli falak di NU hanya Nur Ahmad Jepara. Beliau juga saksi ahli Syamsul Hilal.
Drs. Mufid A. Busyairi, Mpd.(mantan anggota DPR RI)
Pariwisata
Desa Kriyan memeiliki beberapa tempat wisata, yaitu:
Wisata Keluarga
Alun-Alun Masjid Al-Makmur
Wisata sejarah
Watu Ngendog
Watu Topo Ratu Kalinyamat
Museum Aprika (Museum Biota Laut)
Siti Inggil Kriyan (Bekas Kraton Kerajaan Kalinyamat), tepatnya di belakang SMP Islam Sultan Agung 3
Wisata Religi
Makam Habib Kyai Jafar Shidiq (Yek Nde)
Perayaan
Kriyan terdapat beberapa event perayaan, yaitu:
Haul Yek Nde
Haul KH. Noor Akhmad Ss
Haul KH Mudhofar Fathurrohman
Ngaji Budaya (dengan pembicara tokoh-tokoh nasional)
Ngarak Kebo (Festival takbir keliling setiap malam 'idul adha)
Baratan
Sosial budaya
Dukuh Kauman merupakan daerah yang berisi kaum beriman (ulama) Desa Kriyan. Kawasan Kauman merupakan tempat yang mayoritas penduduknya orang berilmu agama. Maka banyak yang menuntut ilmu agama di daerah kauman. Oleh sebab itu Kauman menjadi pusat kegiatan beragama atau dapat juga disebut sebagai
Kriyan Islamic Center, fasilitas di daerah Kauman tersebut ialah:
Masjid Jami' Al-Makmur
Gedung Nahdlatul Ulama
Taman Pendidikan Al Qur'an
Alun-Alun Al-Makmur (Taman Al-Makmur) alun-alun tersebut digunakan untuk menampung jamaah Masjid Al-Makmur, juga untuk acara pernikahan outdoor, serta bermanfaat sebagai tempat wisata bagi warga sekitar.
Desa yang memiliki jalur utama transportasi Jepara-Semarang,Jakarta. Jepara-Pati dan Jepara-Kudus, Surabaya.
Penginapan
Desa Kriyan terdapat beberapa penginapan, yaitu:
Salsabil Putri Kost
Aprika Mess
Potensi
MONEL
Ada yang menarik dari desa ini. Yakni kerajinan monel atau baja putih yang cukup indah bisa ditemui di Desa Kriyan. Mulai bentuk cincin, kalung, gelang, atau lainnya yang harganya cukup terjangkau. sehingga layak dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh ketika mengunjungi Kota Jepara, maka desa ini terkenal dengan nama Desa Monel.
IKAN ASAP
Selain itu sebagian masyarakat Desa Kriyan ada yang berprofesi sebagai pengolah ikan laut asap yang biasanya dijual ke pasar-pasar tidak hanya di wilayah Jepara namun hingga Kabupaten Kudus. Salah satu contoh masakan dari ikan asap ini adalah mangut yang terkenal enak di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Tidak ada salahnya jika mengunjungi Desa Kriyan, cobalah lezatnya ikan laut asap dan oleh-oleh kerajinan monel atau baja putih.
Olahraga
Desa Kriyan mempunyai sebuah klub sepak bola yang bernama KRIYAN FC (Kriyan Football Club), yang lahir pada tahun 2010. Tempat latihan KRIYAN FC di Lapangan Batukali. Jersey utamanya berwarna Silver, yang melambangkan monel.
Tugas KKN
Warga masyarakat Desa Kriyan berharap mahasiswa KKN bisa memajukan Desa Kriyan, dengan cara:
Memasang petunjuk arah menuju "Situs Keraton Kerajaan Kalinyamat"
Membuat papan bertuliskan "Selamat Datang di Situs Keraton Kerajaan Kalinyamat"
Mempelopori event acara "Festival Monel", yaitu Karnaval bertema seni kerajinan monel dengan replika monel raksasa masing-masing kelompok mewakili RT masing-masing. Bazar kerajinan Monel MURAH (gantungan kunci, gelang, dll) di Alun-alun Masjid Al-Makmur. Lomba membuat karya seni unik dan menarik dari bahan monel baik perhiasan ataupun miniatur patung, gantungan kunci.
Nomor Penting
Beberapa nomor penting di Desa Kriyan, diantaranya: