Kreasionisme celah (Gap creationism) menyatakan bahwa hidup itu diciptakan segera dan baru-baru saja pada suatu bumi lama yang sudah ada sebelumnya. Satu varian berlandaskan penafsiran Kejadian 1:1-2:
"Pada mulanya ... bumi tidak berbentuk dan kosong."
Ini ditafsirkan sebagai indikasi bahwa bumi sudah ada sebelumnya, tetapi menjadi rusak pada keberadaannya yang silam, dan sekarang "dibentuk baru kembali". Pandangan ini lebih konsisten dengan sains umum dalam segi usia bumi, tetapi masih lebih mirip dengan Kreasionisme Bumi muda dalam banyak segi, misalnya sering melihat "hari" dalam Kejadian 1 sebagai 24 jam. Pandangan ini dipopulerkan pada tahun 1909 oleh Scofield Reference Bible.
Kreasionisme progresif
Kreasionisme progresif (Progressive creationism) adalah kepercayaan bahwa Allah membiarkan sejumlah proses alamiah tertentu (misalnya mutasigen dan natural selection ("pemilihan alamiah") untuk memengaruhi perkembangan kehidupan, tetapi juga secara langsung terlibat dalam momen-momen penting sejarah kehidupan untuk menuntun proses-proses itu atau, dalam sejumlah pandangan, menciptakan spesies yang sama sekali baru (sering untuk memenuhi bumi).
Menurut kreasionisme Hindu, semua spesies di dunia, termasuk manusia telah "berkembang terbalik" ("devolved") dari tingkat kesadaran murni. Pendukung pandangan ini mengklaim bahwa spesies tumbuhan dan hewan merupakan bentuk material dari kesadaran murni yang hidup dalam siklus terus menerus kelahiran dan kelahiran kembali.[4]
Penafsiran kerangka (framework interpretation) atau hipotesis kerangka (framework hypothesis) mengamati bahwa ada suatu pola atau "kerangka" di dalam kisah penciptaan pada Kitab Kejadian dan karenanya, kisah ini mungkin dimaksudkan bukan sebagai catatan kronologi penciptaan. Sebaliknya, kisah penciptaan itu mungkin disampaikan dalam urutan topik. Pandangan ini cukup luas sehingga pendukung pandangan Bumi lama yang lain (misalnya Day-Age creationism) tidak bermasalah dengan banyak poin kunci hipotesis ini, meskipun mereka percaya "ada" suatu kronologi.
Waktu Kosmik
Gerald Schroeder mengemukakan pandangan yang menyelaraskan hari penciptaan sepanjang 24 jam dengan miliaran tahun, sebagaimana diringkas dalam artikel tulisan Phillip E. JohnsonWhat Would Newton Do?, demikian: "Alkitab berbicara mengenai waktu dari sudut pandang alam semesta secara keseluruhan, yang ditafsirkan oleh Schroeder adalah momen quark confinement, yaitu saat materi yang stabil dibentuk dari energi pada awal detik pertama big bang."[5] Schroeder menghitung bahwa suatu periode sepanjang enam hari dalam kondisi quark confinement, ketika alam semesta kira-kira satu triliun kali lebih kecil dan lebih panas daripada sekarang sama dengan 15 miliar tahun waktu bumi saat ini. Hal ini disebabkan pengembangan ruang setelah quark confinement.[6] Jadi Kitab Kejadian dan fisika modern dapat diselaraskan.[7] Namun, Schroeder menyatakan dalam bukunya yang terdahulu, Genesis and the Big Bang, bahwa bumi dan tata surya usianya kira-kira "4,5 sampai 5 miliar tahun"[8] dan dalam bukunya yang kemudian, The Science of God, bahwa matahari that berusia 4,6 miliar tahun.[9]
Sejumlah pendukung bumi lama menolak geologi air bah,[10][11] suatu posisi yang menyebabkan mereka dapat dituduh menolak infabilibitas kitab suci (yang menyatakan bahwa air bah menutupi seluruh permukaan bumi).[12] Sebagai tanggapan, pendukung bumi lama mengutip ayat-ayat dalam Alkitab di mana kata-kata "seluruh" dan "semua" nyata-nyata memerlukan penafsiran kontekstual.[13][14] Pendukung kreasionisme bumi lama umumnya percaya bahwa ras manusia terlokalikasi di sekitar Timur Tengah pada zaman air bah yang dicatat dalam Kitab Kejadian,[15] suatu posisi yang bertentangan dengan teori "Keluar dari Afrika" (Out of Africa theory).
Organisasi
"Old Earth Ministries" (OEM), dulunya "Answers in Creation" (AIC), adalah situs web nirlaba yang dikelola pribadi didirikan tahun 2003.[16] OEM adalah pelayanan sains kreasionisme berbasis web dengan fokus menantang Kreasionisme Bumi muda. Pada tahun 2012, situs ini berubah namanya untuk mencegah kerancuan dengan Answers in Genesis.[17]
Pendukung Kreasionisme bumi lama umumnya menuai kritikan dari komunitas sekuler dan pendukung evolusi teistik karena menolak teori evolusi, serta dikritik oleh pendukung Kreasionisme Bumi muda karena tidak menerima tafsiran harfiah kisah penciptaan menurut Kitab Kejadian dan karena percaya adanya kematian dan penderitaan sebelum manusia jatuh dalam dosa.
↑Greg Neyman (2011). "Theistic Evolution". Answers in Creation. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-24. Diakses tanggal 24 April 2012. Theistic Evolution is the old earth creationist belief that God used the process of evolution to create life on earth. The modern scientific understanding of biological evolution is considered to be compatible with the Bible.
↑Feist, Richard; Sweet, William (2007). Religion and the Challenges of Science. Ashgate Publishing, Ltd. ISBN9780754687443. Evolutionary Creation (or Theistic Evolution) asserts that the personal God of the Bible created the universe and life through evolutionary processes.
↑Science & Religion: A New Introduction, Alister E. McGrath, 2009, p. 140