Sambas adalah ibu kotakabupaten Sambas yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dari kabupaten Sambas. Sambas juga merupakan sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Kota Sambas secara geografis terletak hampir di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sambas. Kecamatan Sambas memiliki luas wilayah 246,66km², dengan jumlah penduduk 61.165 jiwa (2025) dan kepadatan penduduk 248 jiwa/km².[2][1]
Sejarah
Orang yang pertama membuka dan mengembangkan Kota Sambas adalah Sultan Muhammad Tajuddin I (Raden Bima, Sultan Sambas ke-2) yang pada sekitar tahun 1683 M memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas dari Lubuk Madung ke Muare Ulakkan (persimpangan sungai Sambas, sungai Teberau dan sungai Subah) yang kemudian berkembang menjadi Kota Sambas sekarang ini. Sehingga perkembangan kota ini berawal dari pusat Kesultanan Sambas yang dahulu berada persis di persimpangan alur Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah.
Sekarang Kota Sambas merupakan Ibu Kota Kabupaten Sambas yang secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Sambas. Kecamatan Sambas sering disebut oleh penduduk kabupaten sebagai Kota Sambas, yang juga berslogan "Kota Sambas Terigas". Sambas yang dikenal sekarang merupakan kota pusat pemerintahan Kesultanan Sambas, yang berpusat di Istana Alwatzikoebillah, desaDalam Kaum.
Tepat di depan istana berdiri pula sebuah masjid tua yang merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Sambas, yaitu Masjid Agung Jami' atau Masjid Sultan Muhammad Syafi'oeddin II.
Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda kecamatan Sambas merupakan sebuah onder afdeeling yang berada di bawah seorang controleur yang disebut Onder Afdeeling Chef (OAC), dan juga merupakan tempat kedudukan Sultan Sambas. Pada zaman pendudukan Jepang kecamatan Sambas berada di bawah kekuasaan seorang Gunco.
Letak Geografis
Kecamatan Sambas terletak pada 1o11'20" - 10o24'48" LU dan 109o09'16" - 109o26'23" BT. Dengan luas 246,56km2, wilayah kecamatan Sambas mencakup sekitar 0,64% dari wilayah kabupaten Sambas.[3]
Berikut merupakan batas-batas wilayah kecamatan Sambas:
Kecamatan Sambas terbagi dalam 18 wilayah desa dengan desa Lumbang sebagai desa terluas dan desa Pasar Melayu sebagai desa terkecil. Daftar desa di kecamatan Sambas ialah;
Dalam Kaum
Durian
Gapura
Jagur
Kartiasa
Lorong
Lubuk Dagang
Lumbang
Pasar Melayu
Pendawan
Saing Rambi
Sebayan
Semangau
Sumber Harapan
Sungai Rambah
Tanjung Bugis
Tanjung Mekar
Tumuk Manggis
Pendidikan
Sambas memiliki 1 PAUD, 12 TK, 3 RA, 31 SD, 4 MI, 12 SMP, 3 MTs, 4 SMA, 3 SMK, dan 1 SLB.[4] Seluruh PAUD, RA, dan MTs, serta 10 TK, 1 MI 2 SMA, dan 1 MA di Sambas berstatus swasta. Berikut adalah daftar sekolah yang ada di Sambas:
Madrasah Ibtidaiyah
MI Lab School IAIS Sambas, Desa Sebayan
MIS Al-Wutsho Tebing Rubuh, Desa Durian
MIS Amantubillah Tempatan, Desa Durian
MIS At-Taqwa, Desa Dalam Kaum
Sekolah Dasar
SD Amkur Sambas, Desa Durian
SD Pusaka Nusantara, Desa Pendawan
SDS Islam Terpadu Sulthoniyah Sambas, Desa Tanjung Mekar
SDS Tarbiyatul Islam, Desa Tanjung Bugis
SDN 01 Mentawa, Desa Tanjung Mekar
SDN 02 Dalam Kaum
SDN 03 Durian
SDN 04 Nagur, Desa Jagur
SDN 05 Durian
SDN 07 Pendawan
SDN 08 Kartiasa
SDN 09 Lumbang
SDN 10 Perasak, Desa Gapura
SDN 11 Segarau, Desa Gapura
SDN 12 Sei Pinang, Desa Sungai Rambah
SDN 13 Semberang, Desa Sumber Harapan
SDN 14 Semangau
SDN 15 Kartiasa
SDN 16 Saing Rambi
SDN 17 Sungai Puguk, Desa Gapura
SDN 18 Sadayan, Desa Sebayan
SDN 19 Sebambang, Desa Sebayan
SDN 20 Kampung Lorong, Desa Lorong
SDN 21 Tumuk, Desa Tumuk Manggis
SDN 22 Sulur Medan, Desa Sumber Harapan
SDN 23 Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang
SDN 24 Dagang, Desa Lubuk Dagang
SDN 25 Lumbang Keramat, Desa Lumbang
SDN 26 Setambah, Desa Sungai Rambah
SDN 27 Kartiasa
SDN 28 Perum Mutiara Indah, Desa Lumbang
SDN 29 Sukaramai, Desa Dalam Kaum
Madrasah Tsanawiyah
MTs At-Taqwa Sambas, Desa Dalam Kaum
MTsS Baitul Quran, Desa Durian
MTsS M. Baisuni Imran Sambas, Desa Dalam Kaum
Sekolah Menengah Pertama
SMP Akhlak Mulia Boarding School, Desa Dalam Kaum
SMP Amkur Sambas, Desa Durian
SMPS Islam Terpadu Sulthoniyah Sambas, Desa Lubuk Dagang
SMPS Muhammadiyah Boarding School, Desa Sumber Harapan
SMPN 1 Sambas, Desa Tumuk Manggis
SMPN 2 Sambas, Desa Durian
SMPN 3 Sambas, Desa Jagur
SMPN 4 Sambas, Desa Kartiasa
SMPN 5 Sambas, Desa Sumber Harapan
SMPN 6 Sambas, Desa Gapura
SMPN 7 Sambas, Desa Sungai Rambah
SMPN 8 Sambas, Desa Lubuk Dagang
Madrasah Aliyah
MAS M. Baisuni Imran Sambas, Desa Dalam Kaum
MAN 1 Sambas, Desa Tanjung Mekar
MAN Insan Cendekia Sambas, Desa Saing Rambi
Sekolah Menengah Atas
SMAS Muhammadiyah Sambas, Desa Tumuk Manggis
SMAS St. Bonaventura, Desa Durian
SMAN 1 Sambas, Desa Tumuk Manggis
SMAN 2 Sambas, Desa Sungai Rambah
Sekolah Menengah Kejuruan
SMKN 1 Sambas, Desa Durian
SMKN 2 Sambas, Desa Lorong
SMKN Unggulan Sambas, Desa Lubuk Dagang
Demografi
Masyarakat kota Sambas didominasi oleh suku Melayu, yaitu Melayu Sambas. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas dengan kekhasan tersendiri, yaitu pada pengucapan huruf 'e' seperti kata 'lélé' di dalam bahasa Indonesia. Kurang lebih bahasa Melayu Sambas terdengar sama seperti dialek Betawi (Jakarta), tetapi terdapat beberapa kosakata yang berbeda seperti kata nyak (Btw.), dalam bahasa Melayu Sambas adalah ummak. Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda, seperti pada kata bassar (besar dalam bahasa Indonesia). Ada juga penduduk merupakan etnis Tionghoa, dan Dayak.
Sementara itu, keberagaman agama dan budaya menjadi bagian dari masyarakat kecamatan Sambas. Berdasarkan data Dukcapil] kabupaten Sambas tahun 2025 mencatat bahwa 89,07% penduduknya memeluk agama Islam, kemudian Budha 6,92%, Kekristenan 3,81% (Katolik 2,43% dan Protestan 1,38%), Konghucu 0,19% dan Hindu 0,01%.[2] Terdapat 74 bangunan masjid, 5 bangunan gereja Protestan, 5 bangunan gereja Katolik, 3 bangunan Vihara dan 1 bangunan Klenteng.[1]
Makanan dan Kerajinan Khas Sambas
Kota Sambas juga terkenal dengan kain tenunnya, yaitu Kain Tenun Songket Sambas (dikenal pula dengan sebutan Kain Lunggi) yang memiliki berbagai macam corak/motif dan warna. Produksi kain terdapat di desaJagur dan Sumber Harapan. Kota Sambas memiliki panganan khas, yang paling terkenal adalah Bubbor Paddas (Bubur Pedas). Selain itu juga ada Bubbor Ambo' (Bubur Ambo'), Tempuyyak (Tempoyak), dan Padda'.