Kecamatan Lamongan (Aksara Jawa: ꦏꦼꦕꦩꦠꦤ꧀ꦭꦩꦺꦴꦔꦤ꧀) merupakan sebuah kecamatan sekaligus ibu kota dari Kabupaten Lamongan, ProvinsiJawa Timur, Indonesia. Kecamatan Lamongan adalah salah satu kecamatan dari 27 kecamatan yang berada di Kabupaten Lamongan dengan jarak orbitasi 0,5 Km dari Ibu Kota Lamongan atau +20km arah kecamatan Gresik (kota terdekat)
Geografi
Luas wilayah Kecamatan Lamongan adalah 3.965,3 Ha.
Tanah datar di wilayah bagian utara 94% tanah
Miring di wilayah bagian selatan, Luas 6%
Struktur tanah
Alovial 15%
Gromosol 15%
Mediteron 15%
Hidrogeologi
Kedalaman air tanah rata-rata 0-20 meter dari permukaan tanah.
Klimatologi
Beriklim tropis dengan dua musim, musim kemarau dari bulan April sampai September dan musim hujan pada bulan Oktober sampai Maret dengan suhu 37°C.
Pemerintahan
Pusat pemerintahan nya terletak di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan ini terdiri atas 12 desa, 30 dusun, 8 kelurahan, 93 RW, dan 323 RT.
Demografi
Pada Juni 2024, menurut Data Kementerian Dalam Negeri, Kecamatan Lamongan memiliki total jumlah penduduk sebanyak 70.619 jiwa, terdiri dari 34.918 laki-laki dan 35.701 perempuan. Terdapat 21.670 kepala keluarga (KK) di wilayah ini. Perpindahan penduduk tercatat sebanyak 235 orang, sedangkan jumlah penduduk yang meninggal dunia berjumlah 35 orang.[2]
pada tahun 2023, menurut data BPS, Kecamatan Lamongan memiliki jumlah penduduk 71.080 jiwa. Kelurahan yang memiliki penduduk terbanyak adalah Sukomulyo sebesar 8.755 jiwa (12% populasi Kec. Lamongan), Desa Made dengan tingkat kepadatan penduduk 6.526 jiwa per km luas wilayah nya dan menjadi terpadat di Kec. Lamongan. Rasio jenis kelamin di kecamatan ini sebesar 35.165 jiwa laki-laki dan 35.915 jiwa perempuan.
Data Statu Perkawinan di Kec. Lamongan pada Juni 2024[2]
Status Perkawinan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Belum Kawin
30.548
Kawin
33.541
Kec. Lamongan
64.089
Cerai Hidup
1.476
Cerai Mati
5.054
Kec. Lamongan
6.530
Agama
Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan
Di kecamatan Lamongan sendiri terdapat 3 tempat ibadah keagamaan yakni 103 Masjid (1 Masjid Agung; Masjid A-Azhar Pusat Muhammadiyah Lamongan; Masjid Adenan LDII) dan 214 Musholla, 3 Gereja Kristen (GKJW Jemaat Lamongan, Gereja Bethany, dan GPPS Shalom), dan 1 Stasi Gereja KatolikSt. Fransiskus Xaverius.[3]
Dalam hal pendidikan menurut data Kementerian Dalam Negeri pada Juni 2024, menunjukkan bahwa mayoritas penduduk memiliki tingkat pendidikan SLTA, dengan jumlah sebesar 19.174 orang. Di sisi lain, jumlah penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan pada tingkat tertinggi, yaitu S3, adalah yang paling sedikit, hanya sebanyak 15 orang.
Data sarana pendidikan di Kecamatan Lamongan pada tahun 2022, setingkat SD dengan status negeri sebanyak 30 lembaga dan swasta sebanyak 6 lembaga, setingkat SLTP 5 lembaga negeri dan 12 lembaga swasta, sedangkan untuk setingkat SLTA terdapat 6 lembaga sekolah negeri dan sebanyak 14 lembaga swasta.[4]
Data Kependidikan di Kec. Lamongan pada Juni 2024[2]
Pendidikan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Tidak/Belum Sekolah
12.279
Belum Tamat SD
7.557
Tamat SD
12.118
SLTP
9.272
SLTA
19.174
D1 dan D2
117
D3
1.330
S1
8.024
S2
733
S3
15
Kecamatan Lamongan
Mata Pencarian
Pada tahun 2023 luas panen tanaman padi seluas 4.457 hektar dengan produksi sebesar 33.279 ton. Selain itu, kecamatan ini memiliki 29 unit bank (14 bank umum pemerintah, 9 bank umum swasta, dan 6 unit bank perkreditan rakyat), 94 unit koperasi (62 koperasi simpan pinjam, 1 kopinkra, dan 26 koperasi lainnya), 6 unit SPBU, 9 unit pasar permanen, dan 48 unit minimarket. Jumlah toko/kios diluar pasar sebanyak 867 usaha.[5]
Data Mata Pencarian Penduduk Kec. Lamongan pada Juni 2024[2]
Pekerjaan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Belum/Tidak Bekerja
12.064
Nelayan
12
Pelajar dan Mahasiswa
16.729
Pensiunan
1.051
Perdagangan
29
Mengurus Rumah Tangga
8.339
Wiraswasta
10.708
Guru
1.122
Perawat
196
Pengacara
4
Pekerjaan Lainnya
64
Kecamatan Lamongan
70.619
Fasilitas Publik
Kesehatan
Kecamatan Lamongan sampai dengan tahun 2023 ini telah tersedia sarana kesehatan berupa 9 Rumah sakit, 13 poliklinik, 1 puskesmas tanpa rawat inap, 4 puskesmas pembantu dan 25 Apotek. Sarana kesehatan tersebut menyebar di 20 desa/kelurahan.[4]