Sejarah
Korem 132/Tadulako dibentuk berdasarkan Surat Perintah Pangdam XIII/Merdeka No. Sprin/709/8/1961, tanggal 9 Agustus 1961 dengan wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Pada awal pembentukannya, Korem 132/Tadulako membawahi empat Kodim, yaitu Kodim 1305/Buol-Tolitoli, Kodim 1306/Donggala, Kodim 1307/Poso dan Kodim 1308/Luwuk Banggai.[1]
Sebelumnya kesatuan ini disebut Korem II/Sulteng. Nama itu kemudian diubah menjadi Korem 132/Tadulako berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XIII/Merdeka Nomor: Skep/08/5/1964, tanggal 15 Juni 1964.[1]
Tanggal dan tahun kelahirannya ditetapkan menjadi 12 Agustus 1961, bertepatan dengan serah terima sektor Sulawesi tengah dari Komandan Batalyon Tim Pertempuran Tanjung Pura, Mayor Inf D. Soekardjo kepada Letkol Inf B. Soeharto selaku Komandan Korem II/Sulteng.[1]
Pada tahun 1964 Korem dan beberapa Kodim jajarannya mengalami berbagai perubahan. Korem II/Sulteng menjadi Korem 132/Tadulako, Kodim 135 menjadi Kodim 1305/Buol-Tolitoli, Kodim 136 menjadi Kodim 1306/Donggala, Kodim 137 menjadi Kodim 1307/Poso, dan Kodim 138 menjadi Kodim 1308/Luwuk Banggai. Saat ini terdapat dua Batalyon Infanteri dalam jajarannya yaitu 711/Raksatama dan 714/Sintuwu Maroso.[1]
Pada 20 Maret 2016, Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf. Syaiful Anwar, terlibat dalam Kecelakaan Bell 412 EP TNI-AD 2016 Heli Bell 412 TNI-AD dalam perjalanan menuju Kota Poso dari Watutau. Kecelakaan ini menewaskan dirinya bersama 12 penumpang dan awak lainnya.[2] Posisinya sebagai Danrem 132/Tadulako untuk sementara digantikan oleh Brigjen. TNI Ilyas Alamsyah.