Kelahiran Korem 071/Wijayakusuma tidak dapat dipisahkan dari jiwa dan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus1945, sejak dikeluarkannya pengumuman dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 23 Agustus1945 dan disyahkannya pembentukan Badan Keamanan Rakyat tanggal 30 Agustus1945, maka di daerah Banyumas dibentuk pula Badan Keamanan Rakyat yang dipimpin oleh Bapak Soedirman, Bapak Gatot Soebroto dan Bapak R. Sutirto Dipodiwiryo. Sedangkan untuk Eks Karesidenan Pekalongan, Badan Keamanan Rakyat ini dipimpin oleh Bapak Rochim Gondosuwito dan Bapak Iskandar Idris. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober1945 dibentuk 16 Divisi Tentara Keamanan Rakyat. Komandan BKR Purbalingga Bapak Brotosiswoyo (nantinya menjadi Komandan Batalyon I Mayor Brotosiswoyo yang bertugas di Purwokerto). Komandan BKR Banjarnegara Bapak Moch Bachrun (kemudian menjadi Komandan Resimen Divisi V Banyumas). Komandan BKR Banyumas Bapak Imam Handrongi.
Kemudian pada tanggal 23 Mei 1946 Panitia Besar Reorganisasi menyetujui pembagian wilayah menjadi 7 Divisi Tentara Rakyat Indonesia yang disyahkan oleh Presiden dan Menteri Pertahanan. Dalam susunan organisasi tersebut daerah Banyumas masuk dalam Divisi II TRI, yang meliputi daerah Cirebon, Tasikmalaya, Tegal dan Banyumas dengan pimpinan Mayjen Abdul Kadir dengan Letkol Bambang Sugeng sebagai Kepala Stafnya. Di Jawa Tengah, berdasarkan Instruksi Panglima Divisi Diponegoro/Teritorium IV Nomor: 37 / B.4/D.III/1950 tanggal 10 Oktober 1950 Jawa Tengah tersusun 3 Sub Teritorium. Khusus untuk daerah Eks Karesidenan Banyumas dan Pekalongan menjadi Sub Teritorium yang meliputi daerah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Brebes, Tegal, Pemalang yang berlaku surut mulai tanggal 26 September 1950. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Panglima Teritorium IV/Divisi Diponegoro Nomor: 6/E.D/D.III/1952 tanggal 28 Februari 1952 Sub Teritorium I menjadi Resimen 12 Wijayakusuma.
Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor: Kpts-45 / I / 1962 tanggal 16 Januari 1962 Resimen 12 Wijayakusuma diubah menjadi Korem 071/Wijayakusuma. Korem 071/Wijayakusuma telah terbentuk pada tahun 1950 semenjak disatukannya dua daerah Eks Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas di dalam satu Sub Teritorium, tetapi keabsahannya ditetapkan pada tanggal 1 September 1961 dan sekaligus tanggal tersebut ditentukan sebagai hari kelahiran Korem 071/Wk yang membawahi 9 Kodim, 3 Yonifter dan 156 Koramil. Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor: Kep / 12 / III / 2007 tanggal 20 Maret 2007 tentang pembentukan pengaktifan Brigif 4/Dewa Ratna di jajaran Kodam IV/Diponegoro maka satuan Yonif 405/Surya Kusuma, Yonif 406/Candra Kusuma dan Yonif 407/Padma Kusuma secara organisasi telah berubah statusnya menjadi Brigif 4/Dewa Ratna yang bermarkas di Slawi, Kabupaten Tegal, dan sekarang ini organisasi Korem 071/Wijayakusuma membawahi 9 Kodim yang terdiri dari 156 Koramil. Salah satu pengobar semangat dan kebanggaan prajurit Korem 071/Wk yaitu adanya Pahlawan TNI yang terlahir di wilayah Korem 071/Wk pada tanggal 24 Januari di DesaBantarbarang, KecamatanRembang, Kabupaten Purbalingga1916 yang tersohor sebagai Bapak TNI, yaitu Panglima Besar JenderalSoedirman, seorang Jenderal Besar yang mengukir sejarah dunia dengan pemikiran serta konsep-konsep Perang gerilya.