Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Kontrasepsi darurat atau dalam dunia kesehatan dikenal dengan singkatan kondar adalah upaya mencegah kehamilan setelah terjadinya persetubuhan yang tidak dilindungi alat kontrasepsi. Berbeda dengan aborsi, kontrasepsi darurat bukanlah upaya membunuh janin yang telanjur terbentuk, tetapi mencegah bertemunya sperma dan sel telur atau sama sekali mencegah sel telur matang.
Karena berlaku dengan mencegah bertemunya sel sperma dan sel telur, maka biasanya ada batas waktu paling lama kontrasepsi darurat digunakan, biasanya 3 hingga 7 hari.
Teknik
Ada dua cara yang umum dari kontrasepsi darurat, yaitu:
Pil kontrasepsi darurat, seperti Postinor digunakan mulai dari 12 jam hingga 72 jam setelah persetubuhan.
IUD, digunakan hingga 7 hari setelah persetubuhan.
Berbagai negara berbeda sikap dalam menghadapi kondar. Beberapa negara Islam melarang karena menganggap sama dengan aborsi. Di banyak negara bisa dijual bebas. Sementara di Indonesia, harus diresepkan oleh dokter karena masuk golongan G atau K.
Pandangan Islam
Kontrasepsi darurat masih menjadi perdebatan. Biasanya yang mengharamkan karena menyangka kondar sama dengan aborsi. Beberapa negara Islam masih melarang. Di Indonesia sendiri masih ada perbedaan pendapat, tetapi klinik Muhammadiyah sempat diberitakan ikut menyediakan kondar sebagai pilihan kontrasepsi.
Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.