Kongres Pemuda Pertama (1926) adalah pertemuan organisasi pemuda se-Indonesia yang digelar dari 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta. Kongres ini bertujuan memperkuat rasa persatuan, merumuskan gagasan kebangsaan, dan membentuk badan terpusat. Meski belum mencapai persatuan total, kongres ini meletakkan dasar bagi Kongres Pemuda Kedua (1928).
Latar belakang
Pemuda sangat berarti bagi bangsa Indonesia sebagai bentuk perjuangan. Hadirnya Pemuda tidak hanya disimbolkan dalam hal demografi, akan tetapi sebagai fenomena historis yang kehadirannya berperan untuk salah sat fenomeran yang universal. Kongres ini hadir dan lahir untuk dapat menyatukan impian dari seluruh himpunan pemuda Indonesia, para pemuda yang ada di kongres tersebut melakukan pembahasan mengenai beberapa masalah dengan gerakan pemuda di Indonesia dan juga keinginan untuk dapat memperkuat kesadaran nasional dan persatuan Indonesia (Gunawan et.ad., 2012) dalam.[1] Keberlangsungan dari kongres pemuda ini sudah cukup lama dibicarakan oleh wakil-wakil yang berasal dari latar belakang organisasi pemuda di kedaerahan, seperti PPPI, Jong Java, Joog Bataks Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekan Eukun, Jong Islamiten, Pemuda Kaum Betawi, dan Jong Minahasa Pemuda Indonesia (Sudiyo, 1997) dalam.[1]Kongres Pemuda berasal dari pemuda dan para pelajar di Indonesia, serta juga dari para pemuda yang mengikuti Perhimpunan Indonesia di Belanda Kepengurusan, yang mana terdiri dari para pemuda dan pelajar yang memiliki wawasan mengenai politik.
Sejarah
Lahirnya Kongres Pemuda Indonesia I diawali dari kegagalan para pemuda untuk membentuk federasi antara Jong Java dengan Jong Sumatranen Bond yang mana dari peristiwa ini, tidak membuat para pimpinan dari organisa pemuda menjadi patah semangat untuk terus membentuk pertemuan-pertemuan berikutnya, baik formal ataupun informal. Usaha dari semangat untuk terus menghadirkan federasi ini, akhirnya dapat mencapai hasil yang memuaskan pada tahun 1925, disaat Mohammad Tabrani yang pada saat itu merupakan seorang wartawan muda di Koran Hindia Baroe yang mana dapat berhasil mengadakan Konferensi Organisasi Pemuda Pertama pada tanggal 15 November 1925 di Gedung Lux Orientis Jakarta. Konferensi tersebut dihadiri oleh para wakil-wakil dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pelajar Minahasa (Minahassische Studeerenden), Sekar Roekoen, dan peminat perorangan [2]
Keputusan penting
Para Pemuda di Kongres Pemuda Indonesia I 1926 ini tergabung dalam berbagai organisasi pemuda seperti Pemuda Indonesia dan Perhimpunan Indonesia yang mana sangat mecita-citakan lahirnya nasionalisme di golongan para pemuda. Para pemuda ini bercita-cita agar nantinya organisasi yang bersifat kedaerahan dapat melebur menjadi satu perkumpulan atau organisasi yang bersifat nasional. Dari terlaksananya Kongres Pemuda I, menghasilkan keputusan:
Mengusulkan agar semua perkumpulan pemuda dapat bersatu dalam organisasi pemuda Indonesia,
Mengakui dan menerima cita-cita untuk dapat mewujudkan persatuan Indonesia,
Adanya upaya untuk dapat menghilangkan pandangan adat dan sifat kedaerahan yang kolot, dan sebagainya,
Pada pesidangan Kongres Pemuda I, terdapat dua pokok masalah yang menyebabkan hasil kongres tersebut menghasilkan keputusan bulat. Pokok masalah tersebut mengenai bahasa dan sifat kedaerahan. Pembahasan dan masalah ini tidak memperoleh titik temu. Terdapat tiga bahasa yang menjadi pertimbangan untuk dapat dijadikan bahasa Melayu. Terdapat ganjalan lainnya, yaitu sifat kedaerahan yang juga masih menjadi kendala.[1]
Keputusan penting dari konferensi itu adalah akan diadakannya Kerapatan Besar Pemuda (Sekarang dikenal sebagai Kongres Pemuda I) atau Eerste Indonesisch Jeugdcongres pada 30 April - 2 Mei 1926 di Jakarta. Untuk itu dibentuklah sebuah panitia yang mempunyai tugas dalam menyelenggarakan Kongres Pemoeda Indonesia I dengan susunan sebagai berikut:
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.