Sejak 17 Januari 2012, sejumlah kelompok pemberontak melancarkan kampanye terhadap pemerintah Mali untuk meraih kemerdekaan atau otonomi lebih luas bagi Mali utara, sebuah wilayah yang dikenal dengan nama Azawad. Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA), organisasi yang berjuang menjadikan Azawad tanah air bagi suku Tuareg, berhasil mengambil alih kawasan tersebut pada April 2012. MNLA awalnya dibantu oleh kelompok IslamisAnsar Dine. Setelah militer Mali diusir dari Azawad, Ansar Dine mulai memberlakukan hukum syariah ketat. Sejak itu, MNLA terus bertentangan dan bertempur melawan Ansar Dine dan kelompok Islamis lain bernama Gerakan Persatuan dan Jihad di Afrika Barat (MOJWA), pecahan dari Al-Qaeda di Maghreb Islam.
Pada 22 Maret 2012, Presiden Amadou Toumani Touré digulingkan dalam sebuah kudeta atas penanganannya terhadap krisis ini, sebulan sebelum pemilu presiden dilaksanakan.[50] Tentara desertir yang menyebut diri Komite Nasional untuk Restorasi Demokrasi dan Negara (CNRDR) mengambil alih dan menghapus konstitusi Mali.[51] Akibat ketidakstabilan pasca-kudeta, tiga kota terbesar di Mali utara—Kidal, Gao, dan Timbuktu—dikuasai pemberontak[52] selama tiga hari berturut-turut.[53] Tanggal 5 April 2012, setelah pendudukan Douentza, MNLA mengatakan bahwa mereka telah memenuhi misi dan mengakhiri serangannya. Keesokan harinya, mereka menyatakan kemerdekaan Azawad dari Mali.[54]
Setelah berakhirnya pertempuran dengan Angkatan Darat Mali, MNLA dan Islamis terus menyatukan visi mereka yang saling bertentangan untuk negara baru tersebut.[55] Pada tanggal 27 Juni, Islamis MOJWA bertempur dengan MNLA dalam Pertempuran Gao, melukai sekretaris jenderal MNLA Bilal Ag Acherif dan mengambil alih kota Gao.[56] Pada 17 Juli 2012, MNLA kehilangan kontrol atas kota-kota di Mali utara yang saat ini diambil alih Islamis.[57]
Pada tanggal 11 Januari 2013, Presiden Prancis François Hollande mengatakan bahwa ia telah menyetujui permintaan bantuan dari pemerintah Mali dan "pasukan Prancis telah memberi bantuan kepada Mali".[33]
↑"Malian forces battle Tuareg rebels". News24. South African Press Association. 4 March 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-09. Diakses tanggal 22 March 2012.
↑2 tewas (17–19 Januari), 160 tewas (24–25 Januari), 2 tewas (16 Februari),Diarsipkan 2017-12-27 di Wayback Machine. total of 164+ reported killed
↑"Des prisonniers crient leur détresse" (dalam bahasa French). El Watan. 8 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-09. Diakses tanggal 9 April 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)