Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Februari 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Komunikasi massa adalah proses di mana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).[1]
Organisasi-organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi massa, media massa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.
Ciri-ciri
Komunikator dalam komunikasi massa melembaga
Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen
Pesannya bersifat umum
Komunikasi berlangsung satu arah
Komunikasi massa menimbulkan keserempakan
Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis
Komunikasi massa dikontrol oleh gate keeper
Fungsi
Pada umumnya, komunikasi massa memiliki kaitan yang kuat dengan media massa. Secara khusus, komunikasi massa memiliki 10 macam fungsi, sebagai berikut:[2]
Fungsi informasi
Fungsi hiburan
Fungsi persuasi
Transmisi budaya
Mendorong integrasi sosial
Pengawasan
Korelasi
Pewarisan sosial
Melawan kekuasaan represif
Menggugat hubungan trikotomi
Komponen
Menurut De Felur dan Denis, terdapat tujuh komponen komunikasi massa, di antaranya:[2]
Komunikator. Dalam media masa, komunikator merupakan pihak dari media yang menyampaikan pesan kepada khalayak, seperti jurnalis.
Pesan. Pesan berkaitan dengan konten yang dibuat dari sudut pandang media massa tersebut terhadap suatu isu tertentu.
Media. Dalam komunikasi massa, media diartikan sebagai saluran yang bersifat fisik, seperti media cetak atau media elektronik.
Komunikan. Komunikan terdiri dari kumpulan individu yang menerima pesan dari media massa.
Gate Keeper. Dalam komunikasi massa, gate keeper berperan untuk menentukan pesan massa yang akan disampaikan ke komunikan dan mana yang tidak.
Gangguan.
Timbal Balik.
Efek
Berdasarkan teorinya, efek komunikasi massa dibedakan menjadi tiga macam efek, yaitu efek terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan.
Efek komunikasi massa terhadap individu
Menurut Steven A. Chafee, komunikasi massa memiliki efek-efek berikut terhadap individu:
Efek ekonomis: menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh: dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan)
Efek sosial: menunjukkan status (contoh: seseorang kadang-kadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar Pos Kota memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas.
Efek penjadwalan kegiatan
Efek penyaluran/penghilang perasaan
Efek perasaan terhadap jenis media
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
konversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
memperlancar atau malah mencegah perubahan
memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi yang ada)
Efek komunikasi masa terhadap masyarakat dan kebudayaan