Sejumlah sangat kecil 36Cl radioaktif terdapat di lingkungan, dengan rasio sekitar (7–10) × 10−13 banding 1 terhadap isotop-isotop klorin yang stabil.[3][4] Rasio 36Cl/Cl ini kadang-kadang disingkat sebagai R36Cl. Nilai tersebut setara dengan konsentrasi sekitar 1 Bq/(kg Cl).
36Cl dihasilkan di atmosfer melalui spalasi36Ar akibat interaksi dengan protonsinar kosmik. Pada lapisan paling atas litosfer, 36Cl terbentuk terutama melalui aktivasi neutron termal pada 35Cl serta spalasi 39K dan 40Ca.[3] Di lingkungan bawah permukaan, penangkapan muon oleh 40Ca menjadi mekanisme pembentukan yang lebih penting.[3] Pada permukaan laut, laju produksi akibat spalasi di dalam batuan sekitar 4.200 atom 36Cl/yr/mol 39K dan 3.000 atom 36Cl/yr/mol 40Ca.[3]
Waktu paruh isotop ini menjadikannya sangat sesuai untuk penanggalan geologi pada rentang usia sekitar 60.000 hingga 1 juta tahun.[5] Sifat-sifatnya juga membuatnya berguna sebagai proksi untuk mengkarakterisasi intensitas pembombardiran partikel kosmik dan aktivitas Matahari pada masa lalu.[6]
Selain itu, sejumlah besar 36Cl dihasilkan akibat iradiasi air laut selama uji cobasenjata nuklir di atmosfer dan bawah air antara 1952 hingga 1958. Waktu tinggal 36Cl di atmosfer adalah sekitar 2 tahun. Oleh karena itu, isotop ini digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi air di permukaan tanah dan air tanah yang berasal dari periode tahun 1950-an. 36Cl juga telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu kebumian lainnya, termasuk untuk penanggalan inti es dan sedimen.
↑M. Sheppard and M. Herod (2012). "Variation in background concentrations and specific activities of 36Cl, 129I and U/Th-series radionuclides in surface waters". Journal of Environmental Radioactivity. 106: 27–34. doi:10.1016/j.jenvrad.2011.10.015. PMID22304997.
↑"Chlorine". Isotopes & Hydrology. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)