Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Kista berukuran 4,5 cm yang tidak memiliki lapisan khusus, berupa kista jinak dengan histogenesis yang belum diketahui dan diduga berasal dari folikel.
Kista ovarium atau tumorginekologi adalah suatu pertumbuhan abnormal di ovarium atau Indung telur yang bentuknya bulat, berisi cairan atau setengah cair, biasanya bertangkai, dan terus tumbuh menjadi besar.[1][2] Cairan kista ovarium ini dibungkus oleh selaput yang terbentuk dari lapisan terluar ovarium.[3] Kista ovarium tersebut membentuk benjolan yang dapat diumpamakan seperti balon berisi cairan.[4] Kista ovarium dapat terjadi di segala usia pada wanita, tetapi lebih umum di masa reproduksinya jadi jarang terjadi setelah menopause.[4] Kista ovarium masuk ke dalam kasus ginekologi terbanyak dari seluruhan keganasan ginekologi. Kebanyakan kista tak berbahaya.[1] Terjadinya kista ovarium adalah adanya pertumbuhan sel-selotot polos pada ovarium yang jinak.[3]
Gejala kistaovarium yang biasa muncul pada pengidapkistaovarium antara lain, rasa sakit atau nyeri akan muncul pada areaperut bagian bawah dan punggung bagian bawah, adapun tingkatannya yang bervariasi, mulai dari ringan, hingga berat. Selain itu rasa nyeri pada perut bagian bawah juga bisa hilang dan dapat muncul kembali, rasa nyeri inipun dapat terjadi baik di sisi kanan maupun di sisi kiri, serta rasa nyeri juga bisa muncul ketika pengidap melakukan hubungan intim. Adapun gejala lainnya seperti, perubahan menstruasi,dan masalah pencernaan.[8] Jika kista menjadi pecah atau menyebabkan ovarium bergeser, kista tersebut dapat menyebabkan nyeri yang besar.[1] Ini dapat mengakibatkan muntah atau ingin pingsan.[1] dan bahkan menyebabkan sakit kepala.
Dampak
Dampak yang dapat terjadi akibat kista ovarium meliputi fungsi organ reproduksi yang terganggu, berkurangnya kesuburan, kesulitan untuk hamil hingga stres. Kista ovarium dapat memengaruhi kehamilanwanita tergantung ukuran, jenis, dan indung telur yang terkena. Jika hanya satu indung telur yang terkena, maka selalu ada kemungkinan untuk hamil.