Franky Supriyanto, sebelumnya dikenal sebagai YM. Bhikkhu Khemanando, Thera adalah penulis, penceramah dan motivator berkebangsaan Indonesia.[1] Sebelumnya ia adalah seorang Bhikkhu di bawah naungan Sangha Agung Indonesia. Ia merupakan editor, Dhammadutta, dan telah menerbitkan beberapa buku.
Bhante Khema menyelenggarakan banyak event DhammaTalk di berbagai tempat. Bhante Khemanando Thera selalu akrab dengan mempopulerkan sapaan slogan "Happy Moment Happy In Dhamma".
Biografi
Bhikkhu Khemanando terlahir sebagai anak tunggal di Jepara pada tahun 1978.[2][3] Nama lahirnya adalah Enky Supriyanto.
Bhikkhu Khemanando ditahbiskan menjadi bhikkhu pada tanggal 21 Oktober 2002 di Wat Thungpho, Buriram, Thailand. Ia diupasampada oleh Y.M Bhikkhu Avuddhapañño, Mahathera (Choukun Phraprasatsarakhun).[2]
Ia melewati 10 masa Vassa dan mencapai Thera bersamaan dengan Bhante Pannasami Thera pada acara perayaan "SANGHADANA KATHINA SEASON 2012" di Tiara Convention Hall Medan pada hari Minggu, 4 November 2012.[4] Masa vassa merupakan masa pada musim penghujan di mana para bhikkhu harus berdiam diri disuatu tempat dan mentaati aturan-aturan vassa. Massa vassa ini berlangsung selama 90 hari dimulai sehari sesudah purnama-sidhi bulan kedelapan (Asalhamasa) dan diakhiri pada purnamasidhi bulan kesebelas (Assajujamasa), menurut system perhitungan yang berakhir pada bulan Oktober. Masa vassa menjadi waktu latihan dan membentuk pribadi spiritual dengan berlatih pendalaman dhamma melalui meditasi, memanjatkan paritta-paritta suci, introspeksi diri, dan sebagainya.[5]
Bhikkhu Khemanando menjabat sebagai EditorIndonesia Tipitaka Centre (ITC). Ia juga sering menjadi penceramah di Radio, TV, Vihara, dan berbagai cetiya.[2] Ia juga memberikan ceramah Dharma hingga ke luar negeri seperti Malaysia.[6]
Melepaskan Jubah
Saat ini Bhikkhu Khemanando sudah melepaskan jubah untuk kembali menjadi seorang umat perumah tangga dan telah menjadi ayah dari dua orang putra bernama Barnez dan Brahmdo. Meskipun telah melepaskan jubah kebhikkhuan, tetapi tekad kuat untuk berbagi Dhamma terus ia jalankan melalui program pembahasan Dhamma & tanya jawab secara online yang rutin diadakannya. Ia juga kerap berbagi ceramah Dhamma di beberapa Vihara. Ia kini dikenal sebagai Romo Franky Supriyanto BA, MA, CPS.
Karya
Berikut ini adalah buku-buku yang telah ia terbitkan:[3]
Problem
Fenomena Buddha Dhamma (diterbitkan pada saat perayaan Kathina di bulan Oktober 2011 di ITBC)