Sebagian kalkogen yang lebih berat (terutama sulfida, selenida, dan telurida) secara umum dikenal sebagai kalkogenida. Oksida tidak dikategorikan sebagai kalkogenida jika dia menyatu dengan kalkogen lain yang lebih berat.[1] Nama kalkogen secara amnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pembentuk bijih” (chalcos berarti bijih dan -gen berarti pembentukan).[2]
Oksigen, belerang, dan selenium merupakan unsur nonlogam. Telurium merupakan unsur metaloid (bersifat seperti logam dan nonlogam). Polonium merupakan unsur logam pasca-transisi yang radioaktif. Sifat dari livermorium belum diketahui.