Khalid bin Talal Al-Saud (bahasa Arab:خالد بن طلال بن عبد العزيز آل سعودcode: ar is deprecated ; lahir 10 Januari 1962) adalah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, salah satu cucu dari pendiri Arab Saudi, Raja Abdulaziz, dan pemilik Al Nafood Trading Establishment.[1]
Sebagai bagian dari sayap konservatif dalam keluarga kerajaan Saudi, Khalid menyatakan bahwa ia terpaksa angkat bicara setelah upaya diam-diam untuk menasihati saudaranya agar memperbaiki sikapnya tidak diindahkan. Khalid mengatakan kepada sebuah situs web berbahasa Arab bahwa rencana saudaranya untuk memperkenalkan bioskop ke dalam masyarakat Saudi adalah “titik puncak” yang membuatnya tak bisa lagi diam. Pernyataan ini merujuk pada sebuah film Saudi yang dibiayai oleh Al Waleed bin Talal dan diputar di Arab Saudi pada tahun 2011, meskipun mendapat tentangan keras dari para aktivis Islamis.[4]
Pada 29 Oktober 2011, Khalid menawarkan hadiah 900.000 dolar AS bagi siapa pun yang berhasil menangkap tentara Israel untuk dijadikan alat tawar dalam pertukaran tahanan dengan warga Palestina di penjara Israel, diperkirakan pada akhir Oktober 2011 berjumlah antara 5.000 dan 7.000 orang.[5][6] Tindakannya ini dipicu oleh tawaran hadiah sebelumnya dari kelompok Israel bagi penangkapan warga Palestina. Ulama Saudi Awad Al-Qarni kemudian juga menawarkan 100.000 dolar AS untuk penangkapan tentara Israel,[7] yang dibalas oleh pihak Israel dengan tawaran satu juta dolar untuk membunuh Al-Qarni.[8] Menanggapi hal ini, Khalid menambahkan 900.000 dolar ke tawaran Al-Qarni, sehingga total menjadi satu juta dolar, setara dengan tawaran untuk membunuh sang ulama.[9][10]
Penangkapan
Pada Desember 2017, Khalid bin Talal ditangkap karena menentang keputusan pemerintah yang mencabut wewenang penangkapan dari polisi agama.[11] Setelah hampir satu tahun dalam tahanan, ia dibebaskan pada November 2018, menyusul tekanan terhadap Mohammad bin Salman akibat pembunuhan Jamal Khashoggi.[12]
Namun, dilaporkan bahwa ia kembali ditangkap empat hari setelah ayahnya wafat pada akhir Desember 2018.[13]
Kehidupan pribadi
Putra Khalid, Al-Waleed bin Khalid Al-Saud, mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2005 yang menyebabkan ia koma. Al-Waleed tetap dalam kondisi koma selama lebih dari dua puluh tahun, dan meninggal pada 19 Juli 2025.[14]
↑Montrealers celebrate release of Israeli soldierDiarsipkan 5 June 2012 di Wayback Machine.. CTV News, 19 October 2011. Excerpt: “Saat Schalit disambut pulang, puluhan ribu warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat juga merayakan pembebasan para tahanan mereka. Banyak yang berharap Israel akan membuat kesepakatan serupa di masa depan, mengingat masih ada lebih dari 6.000 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.”
↑Ukrainian mother of two among released Palestinian prisonersDiarsipkan 25 April 2012 di Wayback Machine.. RIA Novosti, 19 October 2011. Excerpt: “Menurut perkiraan pihak Palestina, sebelum pertukaran tahanan pada Oktober 2011, terdapat sekitar 8.200 tahanan Palestina dan Arab di penjara-penjara Israel, termasuk 62 perempuan dan lebih dari 200 anak-anak.”
↑Saudi prince backs cleric's bounty offer for Israeli soldierDiarsipkan 4 December 2015 di Wayback Machine.. 29 October 2011, Reuters. Excerpt: “Qarni menyatakan di laman Facebook-nya pekan ini bahwa ia mengajukan tawaran tersebut sebagai respons atas hadiah serupa yang dijanjikan oleh sebuah keluarga Israel bagi siapa pun yang berhasil menangkap orang yang membunuh salah satu anggota keluarga mereka pada tahun 1998, menyusul kesepakatan pertukaran tahanan awal bulan ini yang melibatkan lebih dari 1.000 warga Palestina untuk pembebasan tentara Israel yang ditawan, Gilad Shalit.”
↑Saudi prince backs cleric's bounty offer for Israeli soldierDiarsipkan 4 December 2015 di Wayback Machine. 29 October 2011, Reuters. Excerpt: “Pangeran Khalid bin Talal menyatakan melalui sambungan telepon kepada stasiun televisi Daleel bahwa ia memutuskan untuk ikut berkontribusi terhadap tawaran hadiah yang diajukan oleh ulama Saudi Awad al-Qarni, setelah sang ulama menerima ancaman pembunuhan karena menawarkan 100.000 dolar AS untuk menangkap seorang tentara Israel. “Dr. Awad al-Qarni mengatakan bahwa ia hanya menawarkan 100.000 dolar untuk menangkap seorang tahanan, tetapi mereka membalasnya dengan menawarkan satu juta dolar untuk membunuh Awad al-Qarni,” ujar Pangeran Khalid, sebagaimana terekam dalam panggilan telepon yang diterbitkan di situs web Daleel. Ia menambahkan, “Saya katakan kepada Dr. Awad al-Qarni, ‘Saya akan bersolidaritas dengan Anda dan membayar sisanya sebesar 900.000 dolar untuk menangkap seorang tentara Israel agar para tahanan lainnya bisa dibebaskan.” Sementara itu, Qarni menyampaikan di laman Facebook-nya pekan itu bahwa tawarannya merupakan respons atas hadiah serupa yang dijanjikan oleh sebuah keluarga Israel bagi siapa saja yang berhasil menangkap orang yang membunuh salah satu anggota keluarga mereka pada tahun 1998, setelah kesepakatan pertukaran tahanan awal bulan itu yang melibatkan lebih dari 1.000 warga Palestina untuk pembebasan tentara Israel yang ditawan, Gilad Shalit.”
↑Saudi royal offers bounty on Israeli soldiers 30 October 2011, Associated Press, via CBS News. Excerpt: "Pangeran Khalid menyatakan bahwa ia mengajukan tawaran tersebut sebagai respons terhadap apa yang ia sebut sebagai ancaman dari pihak Israel terhadap nyawa Qarni."