Keuskupan Agung Wellington adalah sebuah Keuskupan Agung MetropolitanKatolikRitus Latin yang berpusat di Kota Wellington, ibu kota negara Selandia Baru. Umat Katolik-nya berjumlah sekitar 83,214 (sensus 2006). Parokinya berjumlah 22 dan keuskupan agung tersebut meluas ke wilayah tengah Selandia Baru antara Levin dan Masterton di utara hingga Kaikoura dan Westport di selatan.[1]
Iman Katolik para imigran baru di Wellington pada awalnya dipertahankan melalui upaya John Fitzgerald yang tiba pada tanggal 31 Januari 1840. Ia memimpin doa hari Minggu dan menyelenggarakan kelas-kelas Doktrin Kristen. Pastor pertama yang tinggal di sana adalah Romo Jeremiah O’Riley dari Ordo Saudara Dina Kapusin yang datang sebagai pastor untuk Hon Henry William Petre, seorang direktur Perusahaan Selandia Baru dan salah satu pendiri Wellington. Romo O’Riley tiba pada bulan Januari 1843 dan dalam waktu satu tahun gereja Katolik kecil pertama dibangun dan didedikasikan untuk Kelahiran Yesus. Sementara itu, Maris Prancis yang berpusat di Auckland melayani secara luas di seluruh negeri dan Romo J.B. Compte SM mendirikan misi permanen di Ōtaki pada tahun 1844.[2]
Maris
Pada bulan Juni 1848, Paus Pius IX membagi Selandia Baru menjadi dua keuskupan, Auckland dan Wellington yang terdiri dari separuh bawah Pulau Utara dan seluruh Pulau Selatan. Uskup Philippe Viard, yang tiba di Wellington dengan perahu "Clara" pada tanggal 1 Mei 1850, adalah uskup pertama. Bersamanya ada lima pastor Marist, sepuluh biarawan awam, dua guru awam laki-laki, tiga orang Maori dan empat wanita muda, "Suster-suster Maria" yang mulai mengajar di tempat yang kemudian menjadi Kolese Santa Maria dan Sekolah Katedral Hati Kudus.[2]
Pendirian
Viard membeli dan diberi tanah di Thorndon tempat kediamannya, Biara Santa Maria dan Katedral Santa Maria dibangun. Garin dan Clause pergi ke Nelson untuk mendirikan gereja di sana. Romo Lampila dan dua orang lainnya mendirikan misi di Teluk Hawkes. Forest dan Huntley bekerja di Hutt Valley. Petitjean dan Seon bepergian secara ekstensif ke seluruh Pulau Selatan. Pada tahun 1852 sebuah paroki telah didirikan di Whanganui dan misi Maori di Sungai Whanganui memiliki seorang pastor tetap. Akan tetapi, selama sepuluh tahun, Viard tidak menerima bala bantuan dan penyakit menyerang personelnya. Pada bulan Maret 1860, Suster-Suster Belas Kasih tiba dari Auckland untuk mengambil alih pekerjaan dari empat Suster Maria.[2]
Viard meninggal pada tanggal 2 Juni 1872 dan digantikan oleh Francis Redwood, yang tetap menjadi uskup keuskupan tersebut selama 61 tahun. Keuskupan tersebut ditingkatkan menjadi keuskupan agung pada tanggal 10 Mei 1887 dan Christchurch menjadi keuskupan terpisah. Thomas O’Shea menjadi uskup auksilier-nya pada tahun 1913 dan tetap demikian selama 22 tahun. Redwood meninggal pada tahun 1935 dan digantikan oleh O’Shea yang jabatan Uskup Agung-nya berlangsung selama 12 tahun. Peter McKeefry diangkat sebagai uskup agung auksilier pada tahun 1947 dan menggantikannya setelah kematian O’Shea pada tahun 1954. McKeefry diangkat sebagai kardinal pada tahun 1969 dan dibantu oleh Owen Snedden yang menjadi uskup auksilier sejak tahun 1962.[2]
Kardinal
Selama masa jabatan McKeefry, populasi Katolik di Wellington meningkat lebih dari dua kali lipat dan 39 paroki baru didirikan. Ordo baru muncul seperti Cistercians di Hawkes Bay. McKeefry, yang menjadi kardinal pertama Selandia Baru pada tahun 1969, digantikan pada tahun 1973 oleh Reginald Delargey yang kemudian digantikan, setelah kematiannya pada tahun 1979, oleh Thomas Williams, yang menjadi kardinal pada tahun 1983. Pada tahun 1980 keuskupan agung tersebut dipecah dengan pembentukan Keuskupan Palmerston North. Williams pensiun pada bulan Maret 2005 dan John Dew diangkat sebagai penggantinya. Ia diangkat menjadi kardinal pada tahun 2015.[2]
Para Ordinaris Keuskupan Agung Wellington
Philippe Viard menjadi Vikar Apostolik Keuskupan Wellington dari 1848 sampai 1860 saat ia menjadi Uskup Wellington. Francis Redwood menjadi Uskup keuskupan tersebut sampai 1887 sampai ia menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Wellington (dibuat pada tahun tersebut) dan Uskup Metropolitan Selandia Baru. Seluruh pemimpin sejak itu memegang dua gelar sekaligus.