Pada awal mulanya, ketoprak menggunakan iringan lesung (tempat menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai pembuka, iringan saat pergantian adegan, dan penutup pertunjukan sehingga terkenal disebut sebagai Ketoprak Lesung. Dalam perkembangannya, Ketoprak kemudian menggunakan iringan gamelan Jawa, dan penggarapan cerita maupun iringan yang lebih rumit.[2]
Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarahJawa, meski juga ada cerita fiksi. Namun, tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata sedangkan di Ponorogo menggunakan latar cerita berkaitan dengan Warok.[1]
Jenis
Ketoprak Lesung, seni pertunjukan ketoprak di Pulau Jawa dengan iringan lesung