Peristiwa ini terjadi karena meningkatnya ketegangan antara Arab dan Yahudi dengan terjadinya imigrasi Zionis. Pidato oleh pemimpin religius Arab Palestina selama festival hari Nabi Musa menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap kota Yahudi. Pemerintahan militer Britania gagal menangani kerusuhan ini, yang terus berlanjut selama 4 hari. Akibatnya, kepercayaan antara Britania, Yahudi, dan Arab berkurang.