Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Kerajaan Bima adalah sebuah kerajaan tertua yang pernah berkuasa di Pulau Sumbawa dari tahun 709-1626 Masehi yang kemudian berganti menjadi Kesultanan Bima, namun pengukuhannya sendiri dilakukan pada tanggal 5 Juli 1640. Wilayah Kerajaan Bima pernah meliputi Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Sumba, Sawu, Larantuka, Bobonaro / Tanah Naro (Timor Leste) hingga ke Alor. Sehingga dulunya kerajaan ini pernah disebut imperium penguasa Nusantara Timur-Selatan. Namun memasuki abad 16-17, kekuasaanya melemah seiring kedatangan bangsa barat, yang turut terlibat mendukung pemisahan wilayah-wilayah kekuasaan Kerajaan Bima. Hingga memasuki era Kesultanan, wilayahnya hanya meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Sumba dan Manggarai (Flores Barat). Agama resmi Kerajaan Bima adalah agama Hindu-Budha yang masih tercampur dengan kepercayaan aslinya bernama Marapu.
Bendera Nggusu Waru Bima Era Kerajaan Bima.
Kerajaan Bima dirintis sejak tahun 631 Saka atau 709 Masehi saat kedatangan sosok yang disebut oleh masyarakat lokal dengan sebutan Sang Bhima. Kemudian resmi berdiri sebagai Kerajaan Bima pada tahun 823 (abad 9), dimana anak Sang Bhima bernama Indra Zamrud yang menjadi raja pertamanya, yang membangun istana pertamanya bernama Istana Asi Wadu Perpati dengan gotong royong bersama masyarakat di bawah pimpinan Bumi Jero sebagai kepala bagian pembangunan dan pertukangan.