Kecamatan Kemranjen berjarak 27 km dari ibu kota Kabupaten Banyumas, Purwokerto melalui Kecamatan Patikraja. Pusat pemerintahan Kecamatan Kemranjen berada di Desa Kecila. Sementara pusat bisnis selain di Desa Kecila juga lebih berpusat di Desa Sidamulya yang merupakan persimpangan jalan nasional dan provinsi. Jumlah penduduk Kecamatan Kemranjen pada 2023 adalah sebanyak 76.639 jiwa terdiri dari 38.901 laki-laki dan 37.738 perempuan.[butuh rujukan]
Geografi
Kecamatan Kemranjen berada di selatan Pegunungan Serayu Selatan bagian barat. Topografi berupa perbukitan di sebelah utara dan dataran rendah di bagian selatan. Ketinggian wilayah Kecamatan Kemranjen antara 30-460 mdpl dengan rata rata 31 mdpl, dimana titik tertinggi berada di Bukit Gendeng (456 mdpl) di Desa Karanggintung.[butuh rujukan]
Secara geologi, wilayah utara merupakan perbukitan antklin Sidura-Wagirjampang yang tersusun atas batuan breksi Formasi Halang seperti andesit, basalt dan batu gamping. Sedangkan di bagian tengah tersusun atas batuan Formasi Halang seperti perselingan batu pasir, batu lempung, napal dan tuff. Sementara bagian selatan berupa dataran aluvial berupa lempung, karakal, kerikil, lanau dan pasir.[butuh rujukan]
Masyarakat Kemranjen berbahasa jawa Dialek Banyumasan atau Ngapak sebagai bahasa sehari hari. Penduduk Kemranjen rata-rata bekerja sebagai petani. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung,Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, Purwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemranjen memeluk agama Islam dan terdapat juga yang beragama Kristen. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.[butuh rujukan]
Potensi
Satu hal yang menonjol dari Kemranjen adalah adanya Bina Marga Pracetak Buntu sebagai penyedia komponen jembatan. Distribusinya hampir seluruh pulau Jawa. Di utara Kecamatan Kemranjen terdapat perkebunan karet Krumput.[butuh rujukan]
Kecamatan Kemranjen merupakan salah satu sentra buah durian unggul di Indonesia. Disini terdapat varietas buah durian unggul lokal yang tidak kalah dari Durian Monthong atau Cani baik dari bentuk rasa maupun ketebalan buahnya selain produksi Durian Monthong dan Cani itu sendiri. Potensi pertanian yang cocok adalah durian di Desa Pageralang, Desa Kebarongan, Desa Alasmalang, Desa Karangsalam dan Desa Karanggintung. Bahkan petani Desa Alasmalang pernah menjadi Juara Nasional dalam hal budidaya durian.[butuh rujukan]