Pada zaman dahulu, wilayah yang kini menjadi Desa Kembang masih berupa hutan lebat di lereng pegunungan. Tempat itu sunyi, namun tanahnya subur dan dipenuhi tumbuhan liar.[1]
Konon, datanglah seorang tokoh sakti bernama Ki Waskita Rasa, seorang pengembara yang mencari tempat untuk bertapa dan membuka kehidupan baru. Ia tertarik pada wilayah tersebut karena merasakan energi alam yang sangat kuat dan damai.[2]
Saat Ki Waskita mulai membuka lahan, terjadi peristiwa aneh:[1]
- Di setiap tempat yang ia bersihkan, tumbuh bunga-bunga indah secara tiba-tiba[2]
- Bunga itu berwarna-warni dan tidak pernah layu
- Harumnya menyebar hingga ke hutan sekitar
- Penduduk dari daerah lain yang melewati wilayah itu merasa nyaman dan mulai menetap.[1]
Karena keajaiban tersebut, orang-orang menyebut wilayah itu sebagai:[1]
“Papan kembang sing tansah mekar”
(Tempat bunga yang selalu bermekaran)
Lama-kelamaan, nama itu disederhanakan menjadi “Kembang”.[1]