Kema merupakan kota pelabuhan ikan di wilayah Minahasa bagian timur. Masyarakat di wilayah Kema bekerja sebagai pemasok ikan untuk kawasan kecamatan di bagian timur minahasa seperti pantai Kema, Kombi dan Lembean Timur. Masyarakat Kema juga bekerja di bidang pariwisata. Objek wisata yang djadikan sebagai sumber ekonomi yaitu pantai Firdaus, Batu Nona, pantai Pasir Putih Lilang, rumah-rumah peninggalan masa kolonial, makam keramat di tanjung keramat, kuburan pendeta zending Lamert Lamers, sarkofaguswaruga tonaas Xaverius Dotulong, dan penjara tua Portugis.[1]