Doktrin saingan utama dari Kekristenan Nikea pada waktu itu adalah Kekristenan Arian, yang berakhir pada abad ke-7 Masehi dengan perpindahan agama kerajaan-kerajaan Gothik ke Kekristenan Nikea. Poin utama dari tradisi tersebut adalah Kristologi. Kekristenan Nikea menganggap Yesus sebagai ilahi dan abadi bersama dengan Allah Bapa, sementara Kekristenan Arian menganggap Yesus diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan pertama dan Yesus adalah puncak kemuliaan dari semua ciptaan. Pihak-pihak non-Nikea lainnya dicap bidaah sejak awal abad pertengahan.[2]
Kekristenan Kalsedonia adalah sebuah subset besar dari Kekristenan Nikea. Selain mengikuti Kredo Nikea, Kristen Kalsedonia juga mengikuti keputusan Konsili Efesus Pertama pada 430 Masehi dan Konsili Kalsedon pada 451 Masehi. Sebagian besar Kristen Nikea juga merupakan Kristen Kalsedonia. Namun sebagian kecil Gereja Timur, seperti Gereja Ortodoks Oriental, mengikuti Kredo Nikea, tetapi tidak dengan Definisi Kalsedonia, dan menjadi bagian dari Kekristenan Nikea tetapi non-Kalsedonia.