Selain itu desa ini memiliki 48 Rukun Tetangga (RT) dan 6 Rukun Warga (RW)
Sejarah dan perkembangan
Sekitar 1927 di Semenanjung Sembulungan atau sebelah barat Teluk Pang-Pang terdapat dataran rendah yang kelak dinamai Kedunggebang. Desa ini dinamai demikian karena adanya telaga yang banyak ditumbuhi tanaman gebang (Corypha utan). Wilayah desa ini terbentuk karena adanya 4 penggawa Mataram yaitu Ronojoyo, Saodjoyo, Ranudjoyo dan Roidjoyo yang membuka hutan dan menjadikannya perkampungan.