Pada tanggal 4 Juli 1943, sebuah pesawat Liberator II jatuh di Gibraltar tak lama setelah lepas landas, menewaskan semua kecuali satu dari tujuh belas orang di dalamnya. Di antara para korban terdapat beberapa pemimpin senior militer Polandia, termasuk Jenderal Władysław Sikorski, panglima Angkatan Darat Polandia dan perdana menteri pemerintahan Polandia dalam pengasingan. Pilot pesawat adalah satu-satunya yang selamat.
Kecelakaan itu dinyatakan sebagai kecelakaan, namun kesimpulannya memicu kontroversi atas kematian Sikorski, dengan beberapa teori alternatif dikemukakan. Kecelakaan itu menandai titik balik pengaruh Polandia terhadap sekutu Anglo-Amerika mereka dalam Perang Dunia II.
Latar belakang
Hubungan bilateral Polandia dengan Uni Soviet menjadi sangat berjarak pada saat tahap akhir dari Perang Dunia II dikarenakan banyak hal, bahkan lebih parah sejak pembantaian 20.000 ahli Polandia oleh tentara Russia terungkap. Walaupun begitu, Jenderal Sikorski masih berusaha untuk memperbaiki hubungan Polandia dengan Uni Soviet, sementara Jenderal Władysław Anders menentang keras hal tersebut.[1] Untuk menambahkan semangat, Sikorsi memulai sebuah tur pemeriksaan terhadap pasukan-pasukan Polandia yang ditempatkan di Timur Tengah pada bulan Mei 1943.[1]
Referensi
12Roman Wapiński (1997). "Władysław Sikorski". Polski Słownik Biograficzny, zeszyt 154 (T. XXXVII/3). hlm.475.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.