Kebonromo adalah salah satu desa di KecamatanNgrampal, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Kebonromo terletak di bagian Timur Kota Sragen. Desa ini berbatasan dengan Desa Bener di sebelah selatan. Desa Pilangsari disebelah Barat, dan Desa Gabus disebelah Utara. Desa in memiliki luas 540,8990 ha ini terdiri atas 4 kebayanan dan 35 RT. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 8.992 jiwa dengan proporsi 4.512 laki-laki dan 4.480 perempuan, serta memiliki jumlah KK sebesar 2.980.
Pemerintahan
Desa Kebonromo terdiri atas 4 Kebayanan, yang dibagi lagi sejumlah 35 Kepala Keluarga (KK). Pusat pemerintahan di Kelurahan Sragen.
Kebayanan di Desa Kebonromo adalah
Kebayanan I Kebonromo (RT 01-08)
Kebayanan II Ngringin (RT 09-17)
Kebayanan III Ngampunan (RT 18–26)
Kebayanan IV Ngrampal (RT 27-35)
Daftar nama kebayanan
No.
Nama
Jabatan Kebayanan
1.
Ambang Lusiharjo
Kebayanan I Kebonromo
2.
Suprapto, S.Pd
Kebayanan II Ngringin
3.
S. Edi Priyanto
Kebayanan III Ngampunan
4.
Agus Supriyanto
Kebayanan IV Ngrampal
Daftar ketua RT
No.
Nama
Jabatan Ketua
1.
Raharjo
Ketua RT 01
2.
Siswanto
Ketua RT 02
3
Drs. Suparmin
Ketua RT 03
4.
Mursidi, S.Ag
Ketua RT 04
5.
Sugiyono, S.Pd
Ketua RT 05
6.
Budi Nugroho
Ketua RT 06
7.
Sugiyanto
Ketua RT 07
8.
Gempar
Ketua RT 08
9.
Slamet Mulyono
Ketua RT 09
10.
Marwanto
Ketua RT 10
11.
Eman
Ketua RT 11
12.
Darsono
Ketua RT 12
13.
Hartono
Ketua RT 13
14.
Samino
Ketua RT 14
15.
Rohmat Suwarno
Ketua RT 15
16.
Hardani
Ketua RT 16
17.
Suparno
Ketua RT 17
18.
Suparno
Ketua RT 18
19.
Sarju
Ketua RT 19
20.
Sadiman
Ketua RT 20
21.
Supariyo
Ketua RT 21
22.
Iwan Supardi
Ketua RT 22
23.
Tugiman
Ketua RT 23
24.
Sudarno
Ketua RT 24
25.
Sarmiji
Ketua RT 25
26
Joyo Supardi
Ketua RT 26
27
Sugiyarto
Ketua RT 27
28.
Bambang Jatmiko
Ketua RT 28
29.
Supriyadi
Ketua RT 29
30.
Kamto
Ketua RT 30
31.
Suparno
Ketua RT 31
32.
Widodo
Ketua RT 32
33.
Madiyono
Ketua RT 33
34.
Suparman
Ketua RT 34
35.
Supardi
Ketua RT 35
Transportasi
Kebonromo terletak di jalur utama Solo-Surabaya. Desa ini dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa ( Surabaya-Yogyakarta-Jakarta) dengan stasiun terbesarnya Sragen. Kebonromo juga dilintasi oleh Jalan Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi dengan pintu keluar di Jalan Gemolong-Sragen.
Kependudukan
Berdasarkan data BPS pada tahun 2018 jumlah penduduk Desa Kebonromo pada akhir tahun 2017 adalah 6.226. Sebesar 3.067 penduduk laki-laki dan 3.159 penduduk perempuan, dengan sex rasio nya sebesar 971. Jumlah penduduk pada tahun 2017 ini bertambah jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya dengan penambahan yang lumayan. Namun angka tersebut akan terus bertambah maupun berkurang seiring datang perginya penduduk dari berbagai daerah / mutasi ataupun kelahiran baru. Kepadatan penduduk di Desa Kebonromo sebesar 1.151 dengan Luas Wilayah 5.41 dan Jumlah penduduk 6.226. Pertumbuhan penduduk total dan Pertumbuhan penduduk alami di Desa Kebonromo sebesar 0.30% .
Kuliner
Kebonromo memiliki beberapa makanan khas, yaitu Soto Kwali, Sate Kambing, Pecel Tumpang dan Botok Mercon.
Ekonomi
Perekonomian Desa Kebonromo antara lain meliputi sektor Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian. Penduduk desa kebonromo sebagian besar berada pada sektor pertanian, sebesar 1.115 penduduk ber-mata pencaharian di pertanian. Dilihat dari data BPS tahun 2018 pemilik kios memiliki jumlah paling besar jika dibandingkan Toko, Warung maupun pedagang pasar umum sebesar 55 orang. Serta hanya satu pedagang pasar umum dan sebanyak 5 jumlah usaha Warung Makan yang berada di Desa Kebonromo. Tercatat bahwa jumlah usaha industri kecil sebanyak 5 jumlah usaha serta industri rumah tangga sejumlah 16 usaha.
Pertanian, peternakan, dan kehutanan
Desa Kebonromo sebagian besar hanya memproduksi tanaman padi. Tanaman lain yang dapat dengan mudah ditemui adalah tanaman mangga yang dapat diproduksi hingga sebesar 44 ton, selain itu ada juga tanaman sawo, tanaman belimbing, tanaman pepaya, serta tanaman pisang. Disini jumlah ternak yang paling besar adalah Ternak sapi potong hingga sebanyak 400 ekor dan kambing sebanyak 501 ekor, menyusul ternak domba sebanyk 346 ekor. Adapula ternak unggas seperti ayam kampung, ayam ras, dan itik. Dengan didominasi ayam ras sebanyak 14.613 ekor disusul ayam kampung sebanyak 3,726 ekor dan 544 ekor itik yang dapat memproduksi 3.554kg telur itik.
Kesejahteraan dan kesehatan
Kebonromo memiliki setidaknya 3 rumah bersalin dan 1 poskesdes yang tersedia. Serta memiliki satu orang berprofesi perawat dan 5 orang bidan yang selalu siap sedia.
Pendidikan
Terdapat 5 Sekolah Dasar (SD) dan 2 Sekolah Menengah Atas / Kejuruan (SMA/SMK) berada di Desa Kebonromo Kecamatan Ngrampal Tahun Ajaran 2016/2017.
Geografi
Kebonromo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ngrampal, Kota Sragen, Jawa Tengah. Desa Kebonromo terletak di bagian barat kota Surakarta. Desa ini berbatasan dengan Desa Ngrampal disebelah selatan, Desa Bumi dan Desa Purwosari disebelah barat, Desa Kerten dan Manahan di sebelah utara dipisahkan dengan jalur rel kerta api. Desa kebonromo terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 84 meter dari permukaan laut. Kebonromo dilewati oleh Sungai Bengawan Solo.
Iklim
Kebonromo memiliki suhu udara yang panas dan kering atau beriklim tropis. Kebonromo mengalami pncak penghujan pada bulan Januari dan Februari dengan rata- rata curah hujan 415 milimeter dengan suhu rata rata 27 C. Serta puncak musim kemarau pada bulan Agustus dengan hampir tidak ada curah hujan atau rata rata curah hujan 0 milimeter.
Agama
Agama yang dianut oleh penduduk desa Kebonromo beragam. Menurut Data BPS pada tahun 2018, komposisi penganut agama di desa ini adalah Islam ( 6,168 penduduk ), Kristen Protestan (25 penduduk), Katolik (33 penduduk), Hindu (0 penduduk) dan Buddha (0 penduduk). Angka ini tidak jauh berbeda dengan keadaan tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 dimana umat islam berjumlah terbanyak diikuti oleh katolik, protestan, Hindu dan Buddha. Pada tahun 1980 dan 2005, sensus penduduk tidak mencatat agama yang dianut selain keenam agama yang diakui pemerintah.
Berbagai tempat peribadatan agama dapa dijumpai di Kebonromo. Masjid dan mushala, sebagai rumah ibadah umat islam, tersebar di seluruh penjuru Desa, sebanyak 15 masjid dan 2 musholla tercatat.