* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Kazi Mohammad Salahuddin (bahasa Bengali:কাজী সালাউদ্দিনcode: bn is deprecated ; lahir 23 September 1953) adalah seorang mantan pemain sepak bola dan pelatih asal Bangladesh yang sekarang menjadi presiden Federasi Sepak Bola Asia Selatan.[1] Dia juga merupakan bagian dari tim sepak bola Shadhin Bangla, tim yang bermain di seluruh India untuk mencari dana bantuan untuk biaya Perang Kemerdekaan Bangladesh pada 1971. Dia pernah bermain dan menjadi kapten tim nasional Bangladesh sebelum pensiun pada tahun 1983. Salahuddin adalah pemain sepak bola profesional pertama dari Bangladesh yang bermain di luar negeri, yakni di Divisi Satu Liga Hong Kong, dan dianggap sebagai atlet profesional pertama Bangladesh.[2]
Di level domestik, Salahuddin mencetak 163 gol di Divisi Pertama dan 14 gol di Divisi Kedua Liga Dhaka. Dia merupakan pencetak gol terbanyak kedua di kasta tertinggi sepak bola Bangladesh dan salah satu dari dua pemain yang mencetak lebih dari 150 gol di kompetisi domestik, dengan rekor tersebut hanya kalah dari Sheikh Mohammad Aslam.[3] Di level internasional, dia mencetak 8 gol dalam 31 pertandingan resmi untuk tim nasional. Dia juga memegang rekor sebagai pencetak gol pertama Bangladesh di Piala Asia AFC, yang terjadi pada penampilan perdana mereka pada tahun 1980. Dia juga menjadi top skor Divisi Pertama sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1973, 1977, 1979, dan 1980.
Sebagai pelatih, Salahuddin pernah menangani tim nasional Bangladesh sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1985, 1987, 1993, dan 1994. Saat melatih mantan klubnya, Abahani Limited Dhaka, dia berhasil memenangkan Divisi Pertama pada tahun 1985 dan 1992. Dia juga sempat melatih Brothers Union dan Muktijoddha Sangsad KC masing-masing pada 1988 dan 1994, meskipun tidak terlalu sukses.[4] Sebagai presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh, dia memperkenalkan Piala Super Bangladesh pada tahun 2009 serta liga profesional kasta kedua, Bangladesh Championship League pada tahun 2012.[5]
Atas kontribusinya terhadap sepak bola, Salahuddin menerima berbagai penghargaan, termasuk Independence Day Award pada tahun 1996, yang merupakan penghargaan tertinggi negara tersebut.[6] Dia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan Pelatih Terbaik oleh Sports Writers Association masing-masing pada tahun 1979 dan 1992.
Awal kehidupan
Salahuddin lahir dari keluarga elit di Dacca, Benggala Timur. Ayahnya, Kazi Muhammad Shahi, adalah seorang pengusaha, sementara ibunya, Begum Simki Shafi, seorang ibu rumah tangga. Dia berasal dari keluarga Kazi di Rajapur, Distrik Faridpur, yang didirikan oleh Kazi Abdur Rasool, putra Shah Azimuddin, yang pernah diangkat sebagai Kazi pada masa BenggalaMughal.[4]
Salahuddin menempuh pendidikan di BAF Shaheen College Dhaka[7] sebelum melanjutkan ke Dhaka College dan akhirnya masuk ke Universitas Dhaka. Saat masih duduk di kelas tujuh di Shaheen College, ia mulai aktif dalam olahraga dan terpilih menjadi anggota termuda tim sepak bola sekolahnya. Hal ini menarik perhatian mantan pemain internasional Pakistan, Rashid Chunna. Pada tahun 1966, dia memainkan dua pertandingan sebagai penjaga gawang untuk Gamma Sports Association di Divisi Tiga Liga Dhaka. Pada 1968, dia juga sempat bermain kriket untuk Azad Boys di Premier Division Cricket League.[8] Di tahun yang sama, atas permintaan gurunya, dia bermain sebagai penyerang untuk Dilkusha SC di Divisi Kedua Liga Dhaka. Meski melalui periode sulit, Dilkusha berhasil menjadi juara dan promosi ke Divisi Pertama, sementara Salahuddin menjadi pencetak gol terbanyak divisi dua dengan 14 gol.[3]
Pada tahun 1968, Salahuddin dipanggil ke tim muda Pakistan Timur untuk mengikuti Pakistan National Youth Championship. Setahun kemudian, Abdul Hashem yang terkesan dengan performanya merekrutnya ke Wari Club di Divisi Pertama. Dalam pertandingan liga pertamanya bersama Wari, dia mencetak hattrick melawan Rahmatganj MFS dan menutup musim dengan total 18 gol liga. Pada musim debutnya di kasta tertinggi, dia langsung dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik di negaranya. Pada tahun 1970, dia direkrut oleh klub besar Mohammedan SC. Salahuddin menjalani musim pertamanya sebagai pemain cadangan, mencetak 3 gol dari 3 penampilan, termasuk dua gol melawan Wari Club[9] dan satu gol melawan Azad SC.[10] Timnya kemudian mundur dari liga akibat konflik dengan Federasi Sepak Bola Pakistan Timur, dan ketika Perang Kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971 dimulai, kompetisi sepak bola dihentikan selama lebih dari satu tahun.[11]
Trivia
Menurut beberapa sumber,[12] Kazi Salauddin dianggap sebagai superstar keolahragaan asal Bangladesh pertama setelah pencapainnya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Dia adalah pemain pertama Bangladesh yang bermain di luar negeri dan mencetak gol-gol vital untuk klub dan negaranya. Sebagai pemain, dia terkenal memiliki talenta dan salah satu kunci kesuksesan timnya. Dia pernah mencetak gol di Piala Asia tahun 1980 untuk Bangladesh, penampilan pertama negara itu di Piala Asia. Sebagai presiden dari tim nasional Bangladesh, dia juga ikut membentuk liga profesional pertama kali di Bangladesh. Salah satu pencapain terbesarnya saat di posisi ini adalah membawa Argentina dengan superstarnya, Lionel Messi, ke Bangladesh pada 2011 untuk bermain melawan Nigeria.[13] Meskipun mempunyai pencapaian-pencapaian tersebut, Kazi mendapatkan berbagai macam kritikan akibat dari merosotnya peringkat Bangladesh ke titik yang belum pernah dicapai sebelumnya, yaitu peringkat 196.[14][15]
Prestasi
Pemain
Dilkusha SC
Divisi Kedua Liga Dhaka: 1968
Mohammedan SC
Piala Kemerdekaan Bangladesh: 1972
Dhaka Abahani
Divisi Pertama Liga Dhaka: 1974, 1977, 1979, 1983, 1984
Piala Federasi Bangladesh: 1982,1984
Individu
Pencetak Gol Terbanyak Divisi Kedua Liga Dhaka: 1968
Pencetak Gol Terbanyak Divisi Pertama Liga Dhaka: 1973, 1977, 1979, 1980
Pelatih
Dhaka Abahani
Divisi Pertama Liga Dhaka: 1985, 1992
Piala Federasi Bangladesh: 1985
Muktijoddha Sangsad KC
Piala Federasi Bangladesh: 1994
Penghargaan
Pemain Terbaik versi Sports Writers Association: 1979
Pelatih Terbaik versi Sports Writers Association: 1992