Dirancang oleh George Dumgoole Coleman, Gereja Santo Andreas yang asli dibangun dari 1835 sampai 1836. Gereja Santo Andreas Kedua dirancang oleh John Turnbull Thomson dan dibangun sekitar 1842.
Katedral Santo Andreas dimiliki oleh Sinode Keuskupan Singapura, dan merupakan pusat dari Misi Anglikan di Singapura.
Pada 1942, tak lama setelah Singapura jatuh ke tangan Jepang, katedral tersebut dijadikan sebagai rumah sakit darurat.
Galeri
Referensi
National Heritage Board (2002), Singapore's 100 Historic Places, Archipelago Press, ISBN 981-4068-23-3
Norman Edwards, Peter Keys (1996), Singapore - A Guide to Buildings, Streets, Places, Times Books International, ISBN 9971-65-231-5