Keresidenan Pasuruan (dikenal juga sebagai Pasuruan Raya) adalah sebuah keresidenan yang terletak di Jawa Timur. Pada awal penegasan pembentukannya setelah Hindia Belanda diserahkan kembali ke Belanda dari tangan Inggris dengan dibuatnya Staatsblad No. 16 1819, Keresidenan Pasuruan terdiri dari tiga kewedanaan, yaitu Kabupaten Pasuruan, Bangil, dan Malang.[1]
Pejuang perlawanan rakyat yang terkenal pada masa Keresidenan Pasuruan adalah Untung Suropati dan Sakera, keduanya diketahui merupakan orang Bali dan Madura.
Keresidenan Pasuruan pernah mendapatkan masa kejayaannya, Dengan ibukotanya saat itu yakni Bangil. Hal ini tercapai karena adanya pelabuhan yang ada di Tanjung Tembikar (sekarang Pelabuhan Pasuruan) dan Muara Kedunglarangan di Bangil. Ditambah lagi dengan pegunungan dan bukit-bukit yang ada di Malang dan selatan Pasuruan (Bromo, Semeru, Welirang, Arjuna, Penanggungan, Kawi di Pegunungan TNBTS) yang sering dijadikan sebagai pusat pariwisata terbesar di Jawa Timur.