Pra Perang Dunia 2
Sebelum masa Perang Dunia 2, keempat kapal penjelajah berat kelas Myoko ditempatkan di Sasebo, Nagasaki untuk membentuk "Sentai-4" dari Armada Ke-tiga dan berlatih sebagai satu kesatuan unit sepanjang era 1930-an. Saat Insiden Shanghai Pertama terjadi pada Februari 1932, keempat kapal penjelajah kelas Myōkō yang harusnya mengawal pendaratan tentara Jepang ke China harus diletakkan sebagai "cadangan" dengan munculnya keempat kapal penjelajah kelas Takao. Selain itu, mereka juga berpindah dari 'Sentai-4' ke 'Sentai-5'.[4]
Selama musim panas 1935, ia berlatih di Muroran, Hokkaido. Dalam latihan tersebut, meriam No.2 meledak, membunuh 41 anak buahnya. Lalu ia selesai diperbaiki pada bulan Desember pada tahun yang sama.[1]
Yang membedakan karier Ashigara dengan semua kakaknya terletak pada sejarahnya yang ditunjuk sebagai perwakilan misi diplomatik ke Eropa untuk pentahbisan Raja George VI melalui jalur Singapura, Aden, Terusan Suez, dan Malta sebelum akhirnya tiba di Portsmouth pada 10 Mei 1937. Setelah pameran angkatan laut pada 20 Mei-nya, Ashigara dipanggil ke Kiel (Jerman) untuk merayakan hari kemenangan Jerman di Perang Dunia 1 tepatnya pada saat Pertempuran Jutland dan disambut oleh Adolf Hitler. Kemudian ia kembali ke Jepang melalui jalur Gibraltar, Port Sa'id, dan Colombo.
SS President Hoover
Selain itu, Ashigara juga ambil bagian dalam penyelamatan kapal Amerika SS President Hoover yang mengalami kecelakaan akibat badai laut[5] walaupun membutuhkan 36 jam untuk menyelamatkan semua penumpangnya ke pantai terdekat dibantu oleh sebuah kapal perusak kelas-Mutsuki.[6]
Ia juga mengawal proses dan memberi izin penjemputan para awak kapal SS President Hoover oleh dua kapal perusak Amerika (USS Alden dan USS Barker) di wilayah perairan Jepang sampai akhir.[6]
Perang Tiongkok-Jepang Kedua
Ketika Perang Tiongkok-Jepang Kedua meletus, Ashigara menjadi kapal bendera untuk "Sentai-5" dan memimpin konvoi tentara ekspedisi Jepang ke China pada 21 Agustus 1937.[1] Beberapa bulan sebelum meletusnya Perang Dunia 2 di front Pasifik, Ashigara juga membantu operasi penaklukan Saigon.