Kamala Sohonie (18 Juni 1911 – 28 Juni 1998)[1] adalah seorang biokimiawan India yang pada tahun 1939 menjadi wanita India pertama yang meraih gelar PhD dalam disiplin ilmu sains.[2][3]
Penerimaan dan pekerjaannya di Indian Institute of Science, Bengaluru, membuka jalan bagi perempuan untuk pertama kalinya diterima di institusi tersebut.[4]
Penelitiannya mendalami pengaruh vitamin dan nilai gizi dari kacang-kacangan, padi, serta berbagai bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat miskin di India. Karyanya tentang manfaat nutrisi dari ekstrak nira pohon palem yang disebut 'Neera' terinspirasi oleh saran dari presiden India saat itu, Rajendra Prasad. Kamala Sohonie menerima Penghargaan Rashtrapati atas penelitiannya ini.[5]
Kehidupan Awal
Kamala Sohonie (née Bhagvat) lahir pada 18 Juni 1911 di Indore, yang kini berada di Madhya Pradesh, India. Ayahnya, Narayanarao Bhagvat, serta pamannya, Madhavrao Bhagvat, adalah ahli kimia dan alumni dari Tata Institute of Sciences (yang kemudian menjadi Institut Sains India) di Bengaluru.[4] Kamala mengikuti 'tradisi keluarga' dan lulus pada tahun 1933 dengan gelar Sarjana Sains (BSc) di bidang Kimia (sebagai jurusan utama) dan Fisika (sebagai jurusan pendukung) dari Universitas Mumbai.
Kamala kemudian melamar ke Institut Sains India untuk mendapatkan beasiswa penelitian. Namun, lamarannya ditolak oleh Direktur saat itu, yang juga merupakan Pemenang Penghargaan Nobel, Prof. C. V. Raman, dengan alasan bahwa perempuan tidak dianggap cukup kompeten untuk melakukan penelitian.[2] Kamala menanggapi penolakan tersebut dengan melakukan 'Satyagraha' di depan kantor Prof. C. V. Raman. Aksinya berhasil membujuk Raman untuk memberinya kesempatan masuk, tetapi dengan beberapa syarat:
Dia tidak akan diterima sebagai mahasiswa reguler.
Dia akan menjalani masa percobaan selama tahun pertama penuh.
Karyanya tidak akan diakui secara resmi kecuali jika C. V. Raman sendiri puas dengan kualitasnya.
Dia tidak boleh mengganggu lingkungan dengan menjadi "gangguan" bagi rekan-rekan pria.
Meskipun merasa terhina dengan persyaratan tersebut, Kamala menyetujuinya. Pada tahun 1933, ia pun menjadi wanita pertama yang diterima di institut tersebut.[6] Ia kemudian berkata, "Meskipun Raman adalah ilmuwan besar, dia sangat berpikiran sempit. Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana dia memperlakukan saya hanya karena saya seorang wanita. Bahkan saat itu, Raman tidak menerima saya sebagai mahasiswa reguler. Ini adalah penghinaan besar bagi saya. Bias terhadap perempuan sangat parah saat itu. Apa yang bisa diharapkan jika bahkan seorang Pemenang Nobel bersikap seperti itu?"
Setahun setelah Kamala diterima, banyak perempuan lainnya juga mulai diterima di institut tersebut.[7][8]
Karier dan Penelitian
Di IISc, Kamala dibimbing oleh Sri Srinivasayya. Selama masa studinya di sana, ia meneliti protein dalam susu, kacang-kacangan, dan polong-polongan — topik yang sangat relevan di konteks India. Dedikasi dan ketekunan Kamala dalam penelitian memengaruhi keputusan Prof. Raman untuk membuka akses bagi perempuan ke IISc, setahun setelah ia menyelesaikan gelar MSc dengan predikat istimewa pada tahun 1936.
Setelah itu, ia diundang ke Universitas Cambridge, Inggris, untuk bekerja di bawah bimbingan Dr. Derek Richter di laboratorium Frederick G. Hopkins. Kamala menjadi mahasiswa di Newnham College, memulai studinya pada tahun 1937 di jurusan Biological Natural Sciences Tripos.[9]
Ketika Richter meninggalkan laboratorium, ia kemudian bekerja di bawah Dr. Robin Hill dan meneliti jaringan tumbuhan. Melalui penelitiannya pada kentang, Kamala menemukan enzim 'Cytochrome C', yang berperan penting dalam rantai transport elektron — proses yang menghasilkan energi pada tumbuhan, manusia, dan hewan.[7] Tesisnya tentang temuan ini diselesaikan hanya dalam 14 bulan dan terdiri dari 40 halaman, jauh lebih singkat dibandingkan disertasi PhD pada umumnya yang lebih panjang.
Setelah meraih gelar PhD, Kamala kembali ke India pada tahun 1939. Sebagai pendukung Mahatma Gandhi, ia ingin kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam perjuangan nasional.[4] Ia diangkat sebagai Profesor dan Kepala Departemen Biokimia di Lady Hardinge Medical College, New Delhi. Kemudian, ia bekerja di Nutrition Research Laboratory di Coonoor sebagai Asisten Direktur, berfokus pada pengaruh vitamin bagi tubuh.[7]
Pada tahun 1947, ia menikah dengan M.V. Sohonie, seorang aktuaris, dan pindah ke Mumbai. Di sana, ia bergabung dengan Royal Institute of Science sebagai Profesor di Departemen Biokimia dan melanjutkan penelitiannya tentang nilai gizi kacang-kacangan. Pengangkatannya sebagai Direktur lembaga tersebut tertunda hingga 4 tahun karena adanya bias gender di kalangan ilmuwan saat itu.[7] Selama periode ini, Kamala dan para mahasiswanya melakukan penelitian penting pada tiga kelompok makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat miskin di India.
Atas saran Presiden India saat itu, Rajendra Prasad, Kamala memulai penelitian tentang 'Neera' — nira yang diekstraksi dari bunga pohon aren dan sejenisnya. Ia menemukan bahwa Neera mengandung vitamin A, vitamin C, dan zat besi dalam jumlah signifikan, serta nutrisi tersebut tetap bertahan saat Neera diolah menjadi gula aren dan molase.[7]
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa memasukkan Neera ke dalam pola makan anak-anak remaja yang kurang gizi serta wanita hamil dari komunitas suku di India dapat meningkatkan kesehatan mereka secara signifikan dengan biaya yang lebih murah.[5] Atas kontribusinya dalam bidang ini, Kamala dianugerahi Penghargaan Rashtrapati.
Kematian dan warisan
Kamala adalah anggota aktif dari Consumer Guidance Society of India (CGSI). Dia terpilih sebagai Presiden CGSI untuk periode 1982–83 dan juga menulis artikel tentang keselamatan konsumen untuk majalah organisasi yang bernama 'Keemat'.
Kamala Sohonie meninggal pada tahun 1998, tak lama setelah pingsan saat acara penghargaan yang diselenggarakan oleh Indian Council of Medical Research (ICMR) di New Delhi.[5]
Pada 18 Juni 2023, mesin pencari Google memperingati Sohonie dengan Doodle di ulang tahunnya yang ke-112.[10]
12Gupta, Aravind. "Kamala Sohonie"(PDF). Indian National Science Academy. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 20 Agustus 2018. Diakses tanggal 19 Oktober 2012.