PT Kalisari Citra Jaya[a] adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini mengoperasikan bus antarkota dalam provinsi Jawa Timur dan bus pariwisata yang melayani Jawa dan Bali. Didirikan pada tahun 1961, perusahaan otobus ini dikenal karena merintis sebuah konsep bus AKDP non-ekonomi yang disebut Cepat Terbatas Jawa Timur (Patas Jatim), bersama dengan Hafana. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Gayungan, Gayungan, Surabaya.
Sejarah
Bus Kalisari dengan bodi kapsul
Kalisari didirikan pada tanggal 1 September 1961 oleh Soelistijo Tjitrowirjo di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pada awal berdirinya, PO Kalisari hanya memiliki sekitar 23 armada bus, dan operasionalnya masih jauh dari modern seperti sekarang. Lokasi awal kantor dan garasi utama terletak di Jalan Kalisari, Surabaya, yang kemudian menjadi asal nama perusahaan ini. Sejak awal, Kalisari telah berupaya memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat terutama trayek antarkota dalam provinsi.[1][2][3]
Kali pertama mengaspal di jalanan Jawa Timur, armada yang digunakan oleh Kalisari adalah bus Thames Trader 40 Series buatan Ford UK, yang memiliki desain klasik dengan bonet panjang khas mesin depan. Selain itu, sepanjang era 1960–1980, Kalisari juga mengoperasikan beberapa tipe bus lain seperti Mercedes-Benz (L3000, OF 1113), Dodge L500, Superior Coach Bedford TK Series, dan Chevrolet C50, yang menunjukkan upaya perusahaan untuk terus memperluas kapasitas serta jenis armadanya sejak awal berdiri.[1]
Seiring waktu, PO Kalisari berkembang menjadi pelopor layanan bus patas (bus cepat terbatas dengan sedikit pemberhentian) di Jawa Timur, terutama pada rute-rute populer seperti Surabaya–Malang. Pada periode tertentu, Kalisari juga mengoperasikan rute tambahan seperti Surabaya–Madiun, meskipun layanan rute ini hanya aktif pada masa-masa tertentu seperti libur panjang (Natal, Tahun Baru, dan Lebaran). Dengan pelayanan yang relatif cepat dan tepat waktu dibandingkan kelas bus ekonomi biasa (bumel), Kalisari berhasil mencuri perhatian pengguna jasa transportasi darat di wilayahnya.[1][2][3]
Di bawah kepemimpinan Tjitrowirjo sejak awal berdirinya, Kalisari tumbuh dari sekadar PO kecil menjadi salah satu operator bus legendaris di Jawa Timur yang dikenal luas oleh masyarakat. Kepemilikan ini juga ditandai dengan perubahan bentuk badan usaha menjadi perseroan terbatas (PT Kalisari Citra Jaya) pada 31 Januari 1997, sebuah langkah penting dalam modernisasi manajemen dan struktur operasional perusahaan. Selain fokus pada layanan AKDP, seiring perkembangan pasar transportasi bus, Kalisari memperluas layanannya mencakup angkutan antar-jemput khusus karyawan, sewa bus pariwisata, serta pelayanan carter bus dan sewa mobil untuk kegiatan khusus. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan ini, armada Kalisari telah memiliki variasi bus dengan kapasitas berbeda mulai dari mobil MPV, bus kecil, bus sedang, hingga bus besar dengan kapasitas kursi antara 11 hingga 59 penumpang, serta dilengkapi fasilitas seperti sistem pendingin udara (air-condition system) untuk kenyamanan penumpang. [1][2][3]
Kalisari kini dipimpin oleh Vincentius Harijanto Lukito. Ia diketahui merupakan alumni Universitas Kristen Petra, program studi Teknik Mesin. Ia dikenal sangat menggemari otomotif, dan sangat mengetahui cara kerja mesin penggerak, mekanisme gerak antara mesin hingga roda, hingga sistem pendingin.[4] Sepanjang sejarahnya, Kalisari diganjar penghargaan, antara lain Perusahaan Angkutan Umum Pariwisata dengan Pelayanan Terbaik tahun 2012,[5] serta redBus People’s Choice Award kategori AKDP Terfavorit tahun 2025.[6]
Armada
Bus pariwisata Kalisari dengan karoseri Avante H7 dari Tentrem
Per 2023, Kalisari diketahui mengoperasikan 140 unit bus dan mobil per hari, baik untuk bus antarkota dalam provinsi, bus pariwisata, bus antar-jemput karyawan, dan bahkan sewa mobil. Terkait dengan sasis bus yang digunakan oleh Kalisari, untuk bus besarnya lebih sering mengandalkan sasis mesin depan dan beberapa sasis mesin belakang, seperti Mercedes-Benz (OF 1623 RF[7]) dan Hino (AK 240[8]), dengan kapasitas penumpang antara 40–59 kursi. Sementara itu, untuk bus sedangnya menggunakan MitsubishiFuso Canter, Isuzu NQR-71, Hino FB, dan Mercedes-Benz OF 917[9] dengan kapasitas penumpang 29, 33, dan 35 kursi. Selain itu, Kalisari juga mengoperasikan bus kecil, seperti Isuzu Elf (11–14 kursi) dan Toyota HiAce (15 kursi). Bahkan Kalisari juga menyewakan mobil Toyota Kijang Innova dan Toyota Avanza.[3]
Kalisari ditengarai menggunakan sasis langka. Sasis mesin belakang Mercedes-Benz OH 1725L diketahui merupakan sasis yang hanya dijual sebanyak dua unit di Indonesia dan digunakan untuk Patas Jatim. Sasis tersebut didatangkan ke Indonesia pada pertengahan dekade 2000-an, dan menggunakan karoseri Jetbus generasi pertama.[10]
Kalisari tergolong tidak pilih-pilih karoseri bus. Dari Adi Putro, Kalisari mengoperasikan Jetbus dari berbagai generasi, mulai dari generasi pertama[10] hingga Jetbus5, dan sering digunakan untuk bus pariwisata (terutama untuk kendaraan yang masih muda).[9] Sementara dari Laksana, perusahaan otobus ini mengoperasikan karoseri Discovery SR-3.[8] Dari Tentrem, Kalisari mengoperasikan karoseri Max Facelift dan Avante H8.[11][12]
Ciri khas tampilan
Awalnya, bus-bus Kalisari menggunakan pola pengecatan putih-merah dengan tulisan Kalisari dalam bentuk huruf kursif.[13] Sementara bus-bus modern Kalisari menggunakan pola pengecatan krem dengan gambar kumpulan belah ketupat berwarna merah dan kuning, dengan tulisan kalisari berukuran cukup besar di dekat selendangnya.[11]
Trayek
Bus antarkota dalam provinsi
Bus antarkota Kalisari melintasi padatnya kemacetan Kota Malang
Sejak awal didirikan, Kalisari menjadikan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) sebagai lini bisnis utamanya. Kalisari melayani kelas Cepat Terbatas Jawa Timur (Patas Jatim) dengan trayek Surabaya–Malang sebagai satu-satunya trayek reguler yang beroperasi setiap hari. Kalisari bersaing dengan banyak perusahaan otobus lain dan moda transportasi lain. Dari segmen bus AKDP, Kalisari bersaing secara reguler dengan PO lain termasuk Akas, Bagong, Hafana, Restu Panda, dan Tentrem.[14][15][16] Bahkan Kalisari juga bersaing dengan bus antarkota antarprovinsi, terutama dengan trayek menuju Jakarta dan Yogyakarta, yang membolehkan penumpang naik-turun bus dengan tujuan akhir Malang ataupun Surabaya; serta kereta api seperti Commuter Line Penataran.
Selain mengoperasikan satu trayek utama tersebut, Kalisari juga melayani trayek Surabaya–Madiun, meskipun layanan rute ini hanya aktif pada masa-masa tertentu seperti libur panjang (Natal, Tahun Baru, dan Lebaran).[1][2][3] Trayek ini kemudian dikembangkan menjadi Surabaya–Ponorogo–Badegan, yang izinnya aktif sejak Oktober 2025. Setelah membuka trayek ini, pada 30 Januari 2026, Kalisari sempat mendapat protes dari pengemudi bus lokal di Kabupaten Ponorogo, karena menyebabkan pendapatan mereka turun 70%. Semenjak protes tersebut, Kalisari hanya diizinkan menaikkan penumpang di Subterminal Tambakbayan.[17]
Bisnis nontrayek
Bus pariwisata Kalisari ukuran sedang
Sejak menjadi perseroan terbatas, Kalisari memulai ekspansi dan diversifikasi layanan, dengan membuka segmen nontrayek berupa antar-jemput khusus karyawan, sewa bus pariwisata, serta sewa mobil.[3] Unit-unit pariwisatanya banyak menggunakan armada yang lebih muda, misalnya Jetbus5 yang rilis awal 2025. Tampilan luarnya sama dengan bus AKDP.[9] PO ini menyediakan bus pariwisata dan sewa kendaraan dengan beragam jenis kendaraan, mulai dari bus besar, bus sedang, hingga Toyota HiAce.[3]