Kaligending adalah desa di kecamatanKarangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Kaligending yang memiliki ciri khas kegiatan Merdi Bumi dengan Seni Tayub dan Bubar Ngarit (Barit) dalam bentuk slmetan Tumpeng Sewu[1] dipadukan dengan pagelaran Wayang Kulit, juga buah Sawo Kalikudu.[2] Saat ini desa Kaligending menjadi pusat kecamatan Karangsambung, selain terdapat Kantor Kecamatan Karangsambung, di desa Kaligending juga ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending, Bendungan Kaligending yang mengairi persawahan di Kota Kebumen serta l ahan Perhutani seluas 124 Hektar.[3]
Sejarah
Kaligending adalah sebuah desa yang memiliki tekstur perbukitan. Berdasarkan sejarah kecamatan Karangsambung, desa Kaligending merupakan bagian dari wilayah yang pada jutaan tahun yang lalu terjadi sebuah fenomena alam yang luar biasa. Fenomena Geologi berupa subduksi yang mengakibatkan bebatuan didasar laut berbenturan. Benturan tersebut tidak sektika melainkan melalu proses yang lama. Dan karena benturan itu, maka naiklah dasar laut relatif terhadap muka air laut sehingga menjadi sebah daratan (daratan itulah yang kini menjadi sebuah kecamatan karangsambung).[4]
Dalam sejarahnya, desa Kaligending adalah penggabungan dari dua desa antara desa Kalikudu (sekarang Kalikudu masuk Wilayah Dusun 04 dan Dusun 05 desa Kaligending) dan desa Kaligending sendiri dahulu meliputi wilayah yang sekarang masuk Kadus 01,02 dan 03. Hal tersebut dapat dilihat pada peta yang bersumber dari Leiden University peta JAVA Res: Kedoe "Hermeten in 1900-1902. Door hel Topographisch Bureau uitgegeven in het 1 Semester 1905. Ketarangan dari Dinas Kearsipan Kabupaten Kebumen, dimungkinkan penggabungan dua Desa ini terjadi pada tahun 1926. Salah satu sebab penggabungan desa-desa yang ada di bawah jajahan Belanda adalah meletusnya Perang Dunia I. Dalam arsip-arsip yang ada, pada tahun 1924 banyak desa-desa digabungkan.
Toponimi Desa Kaligending berasal dari kata 'kali' dan kata 'gendhing', yang keduanya berasal dari bahasa Jawa. Kali berarti sungai yang dalam hal ini Kali/Sungai Lukulo. Gending (gendhing) berasal dari nama tokoh yang pernah hidup di wilayah ini, yaitu, Ki Ageng Gending.
Selain Ki Ageng Gending, di desa ini juga pernah hidup tokoh lain yang dikenal lokal sebagai Mbah Datar, menurut cerita turun temurun, Mbah Datar adalah orang yang membuka wilayah Kalikudu. Mbah Datar merupakan santri dari Mbah Agung Kajoran, ada beberapa versi cerita, mengutip tokoh agama Kalikudu Kyai Nur Holis Umar, konon setelah selesai membantu Mbah Agung Kajoran membuka lahan di wilayah Kajoran, Mbah Datar diperintahkan untuk jalan ke timur dan membuka alas wingit, dengan berbekal senjata Kudi, Mbah Datar membuka wilayah yang sekarang dikenal Kalikudu. Mbah Datar dimakamkan di perbatasan dusun Kunir dan Dusun Kalikudu.
Sejarah dua Desa Kaligending dan Kalikudu digabungkan juga masih bisa dilihat jejak-jejaknya dengan jelas pada tahun 2025, dengan adanya nama Sekolah Dasar Negeri 01 Kalikudu, Sekolah Dasar Negeri 02 Kalikudu dan Sekolah Dasar Negeri Kaligending.
Dalam hal Merdi Bumi, di desa Kaligending juga ada dua Kegiatan Budaya yang diyakini sudah dilaksanakan sebelum terjadi penggabungan. Wilayah Kaligending Kadus 01,02 dan 03 di dengan kegiatan Merdi Bumi Tayuban yang diyakini merupakan warisan dari sespuh atau pendiri desa dari Panembahan Senopati atau Raja Mataram dengan nama Takhta Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kangjeng Panembahan Senapati Ingalaga Sayyidin Panatagama yang pernah singgah di Kaligending serta sekarang dapat dijumpai juga jejak peninggalan serta ada petilasan yang oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen masuk Diduga Cagar Budaya.
Wilayah Kalikudu atau sekarang Kadus 04 dan 05 Desa Kaligending memiliki warisan budaya dan kegiatan dari sesepuh atau dulu pendiri desa Kalikudu yaitu Mbah Datar dengan Barit (Bubar Ngarit) diisi dengan kegiatan Tumpengan dan Wayang Kulit. Pada tahun 2025 mengengkat tema "Tumpeng Sewu".
Adanya dua merdi Bumi di satu desa Kaligending justru sekarang dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi dari ke dua wilayah yang dahulunya dua desa menjadi satu, sarana pemersatu dan melestarikan budaya yang di wariskan oleh leluhur di desa Kaligending.
Kepala Desa
Kepala Desa Kaligending tercatat dengan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya secara detail dimulai dari tahun 1932:
SMP NEGERI 1 KARANGSAMBUNG merupakan salah satu sekolah jenjang SMP berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. SMP NEGERI 1 KARANGSAMBUNG didirikan pada tanggal 9 Oktober 1982 dengan Nomor SK Pendirian 0299/o/1982 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
SD NEGERI KALIGENDINNG[6] merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. SD NEGERI KALIGENDING didirikan pada tanggal 1 Agustus 1985 dengan Nomor SK Pendirian 421.2/034/XXII.36/42/85 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
SD NEGERI 1 KALIKUDU[6] merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. SD NEGERI 1 KALIKUDU didirikan pada tanggal 1 Agustus 1985 dengan Nomor SK Pendirian 42/034/18/1985 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
SD NEGERI 2 KALIKUDU merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. SD N 2 KALIKUDU didirikan pada tanggal 1 Agustus 1985 dengan Nomor SK Pendirian 421.2034/XXII.9/42/85 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
TPA Kaligending
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kaligending[7] Karangsambung merupakan satu dari dua TPA di Kabupaten Kebumen yang cukup representatif. Pasalnya TPA yang berdiri pada tahun 1995 dan berjarak 20km dari pusat kota Kebumen memiliki luas kurang lebih 5 hektar dengan fasilitas pendukung berupa kantor, jembatan timbang, truck loader, bulldozer dan eksavator.
Menurut Kepala Dinas Perkim LH Edi Rianto, ST. MT saat berkunjung ke lokasi didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Agus Hanafi, ST. MT dan Kasi Kebersihan Agung Basuki, ST. MT. (Jumat,20/10/2017) mengatakan bahwa TPA Kaligending menjadi TPA andalan bagi Pemkab Kebumen karena dengan rata- rata pembuangan sampah 80 ton per hari diperkirakan TPA ini mampu berfungsi selama 15 tahun kedepan.