Penyusunan Buku
Puisi
Puisi rakyat Finlandia awalnya ditulis sekitar abad ke-15 dan dikumpulkan oleh beberapa penggemar sastra pada abad-abad berikutnya. Pada abad ke-17, puisi rakyat di bagian barat Finlandia menghilang ketika puisi yang menyebar di Eropa mulai menggantikannya. Pada abad 19, kegiatan mengoleksi puisi menjadi rumit dan memakan biaya mahal. Secara bersamaan, sekitar dua juta sajak sudah dikumpulkan saat itu di mana sekitar 1.250.000 buah sudah diterbitkan dan sisanya dijadikan arsip di Masyarakat Sastra Finlandia, Estonia, Republik Karelia, dan beberapa tempat di Rusia. Lönnrot dan teman seprofesinya (A.J. Sjögren dan D.E.D. Europaeus) mengumpulkan paling banyak variasi puisi yang tersebar di pedalaman Karelia dan Ingria. Mereka dengan saksama mencatat secara detail puisi yang didapat, mulai dari pelantun puisi, umurnya, serta tempat dan tanggal pertunjukan.
Puisi daerah biasanya disampaikan secara lisan yaitu dinyanyikan diiringi alat musik pentakord, kadang-kadang dengan kantele. Ritmenya bervariasi tetapi nadanya disusun dalam dua atau empat baris dengan masing-masing lima ketukan. Terkadang puisi tersebut ditampilkan secara antifon, atau menjadi bagian dari kompetisi menyanyi dalam tradisi.
Asal muasal puisi lisan ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi diprediksi sudah ada sejak zaman besi. Menurut ahli cerita rakyat Kaarle Krohn, beberapa puisi di Kalevala kemungkinan berasal dari Estonia kuno atau setidaknya bercorak Estonia kuno.
Beberapa pelantun puisi yang berkontribusi terhadap Kalevala, antara lain:
- Arhippa Perttunen (1769-1840)
- Matro
- Ontrei Malinen (1780-1855)
- Vaassila Kieleväinen
- Soava Trohkimainen
Kontribusi Lönnrot di Kalevala
Lönnrot menyusun puisi-puisi yang dikumpulkan dalam urutan yang berkaitan. Dia menggabungkan berbagai variasi puisi dan membuang sajak yang tidak cocok atau menyusun ceritanya sendiri agar puisi tersebut memiliki alur yang teratur, bahkan membuat nama-nama karakter cerita sendiri. Dipastikan sekitar 1/3 isi Kalevala berisi kumpulan puisi yang telah dicatat, 50% dirapikan oleh Lönnrot, 14% dari sajak-sajak yang ada ditulisnya berdasarkan sambungan puisi tersebut, dan 3% sajak secara terpisah dibuat oleh Lönnrot sendiri.
Penerbitan
Kumpulan puisi pertama Lönnrot, Kalewala, taikka Wanhoja Karjalan Runoja Suomen Kansan muinoisista ajoista (Kalevala, atau puisi kuno Karelia mengenai masa lampau orang-orang Finlandia), yang juga dikenal sebagai Kalevala Lama, dipublikasikan dalam dua volume pada tahun 1835-1836. Kalevala Lama terdiri dari 12.078 sajak atau 32 puisi.
Setelah itu, Lönnrot melanjutkan mengumpulkan puisi-puisi baru, yang dimasukkan kedalam buku yang kedua, Kalevala, dan diterbitkan tahun 1849. Buku Kalevala yang baru ini berisi 50 buah puisi, dan merupakan teks standar Kalevala yang dibaca zaman sekarang.
Penerjemahan
Sejauh ini, Kalevala telah diterjemahkan kedalam empat puluh sembilan bahasa. Potongan bagian dari buku tersebut telah diterjemahkan kedalam enam puluh bahasa.
Pengaruh Kalevala
Perayaan
Hari Kalevala diperingati di Finlandia setiap tangal 28 Februari, di mana Elias Lönnrot mencatat tanggal Kalevala pertamanya pada tahun 1835. Beberapa nama karakter di Kalevala juga diperingati sebagai hari nama pada tanggal-tanggal tertentu di Finlandia, meskipun hari tersebut tidak memiliki kaitan dengan Kalevala.
Karya Seni
Beberapa pelukis menghasilkan karya yang dipengaruhi Kalevala, seperti Akseli Gallen-Kallela yang telah banyak melukis bertema Kalevala.
Salah satu pelukis paling awal yang melukiskan kejadian dari Kalevala
adalah Robert Wilhelm Ekman. Salah satu karyanya pada tahun 1886
terdapat Väinämöinen sedang bermain kantele.
Aarno Karimo adalah pelukis Finlandia yang menggambarkan Kuva
Kalevala yang indah, tetapi Ia meninggal sebelum menyelesaikannya.
Hugo Otava kemudian menyelisaikannya menggunakan sketsa awal sebagai
panduan.
Kesusastraan
Kalevala tidak hanya diterjemahkan kedalam lebih dari 45 bahasa, tetapi juga diceritakan secara lisan dalam banyak ceramah bahasa. J.R.R. Tolkien juga terpengaruh karyanya dari Kalevala. Dia
menyatakan karyanya yang berjudul Silmarillion bersumber dari Kalevala sendiri. Tokoh Väinämöinen juga bisa ditemukan kemiripannya dengan tokoh Tom Bombadil di The Lord of the Rings.
Puisi karya Longfellow tahun 1855, The Song of Hiawatha juga terinspirasi dari terjemahan Kalevala dalam bahasa Jerman. Demikian juga penulis fiksi ilmiah asal Inggris, Ian Watson yang mengarang buku Books of Mana, Lucky's Harvest, dan The Fallen Moon. Emil Petaja, penulis fiksi ilmiah asal Amerika juga terinspirasi yang ditunjukkan pada karyanya "Otava Series", yaitu Saga of Lost Earth's, Star Mill, The
Stolen Sun, dan Tramontane.
Beberapa bagian Kalevala juga diceritakan kembali oleh Colonel Vereshchagin dalam A Small Colonial War dan Michael Havel dalam Dies the Fire.
Epos nasional Estonia berjudul Kalevipoeg yang ditulis oleh Friedrich Reinhold Kreutzwald tahun 1853 juga diklaim berasal dari Kalevala. Tokoh Väinämöinen dan Ilmarinen disebut di puisi tersebut, serta sebagian cerita utama Kalevipoeg memiliki kesamaan dengan kisah Kullervo.
Musik
Musik adalah bidang yang paling banyak terpengaruh dari Kalevala, terutama dalam lagu-lagu bergenre folk.
Salah satunya oleh komposer musik klasik, Jean Sibelius, di mana 12 karyanya diilhami dari buku ini. Ada juga beberapa opera kontemporer yang mengambil cerita Kalevala, antara lain Sammon Ryöstö, Marjatta, dan Thomas yang semuanya dibuat oleh Einojuhani Rautavaara.
Selain itu, beberapa band bergenre rock, metal, dan folk yang terpengaruh antara lain Kalevala, Amorphis, Ensiferum, Turisas, Sentenced, dan Värttinä.
Film
Tahun 1959, Film buatan Soviet/Finlandia berjudul Sampo dirilis, yang terinspirasi dari cerita Sampo dari Kalevala.
Film kung-fu berjudul Jadesoturi (dirilis pada 13 Oktober 2006) merupakan proyek film gabungan Cina dan Finlandia yang proses perekamannya dilakukan di kedua negara itu.