Kaibobo secara geografis terletak di sebuah tanjung yang secara lokal dikenal sebagai Tanjung Kaibobo. Oleh karena letaknya, negeri ini dapat diakses melalui jalur laut maupun jalur darat. Kaibobo juga dilalui oleh Jalan Trans Seram yang menghubungkan negeri-negeri lain disekitarnya dengan ibu kota kabupaten di Piru. Negeri ini terletak 41 km dari pusat pemerintahan kecamatan Seram Barat. Kawasan permukiman di Kaibobo berupa dataran rendah pesisir yang relatif sempit dan dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian mencapai lebih dari 400 mdpl.[2]
Batas administratif
Secarah administratif, batas-batas negeri Kaibobo adalah sebagai berikut:[butuh rujukan]
Kaiboo terdiri dari dua bagian, yaitu kompleks pusat negeri, yang terdiri dari 3 jalur (wijk) yaitu Leitimur, Tengah, dan Pelissa, serta kompleks Tihupoko (Tanah Merah).[butuh rujukan]
Kaibobo selaku sebuah negeri memiliki raja atau upu latu sebagai kepala pemerintahan dan adat. Namun, dikarenakan status administrasinya dalam lingkup Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan sebuah desa, maka raja negeri berkedudukan setara dengan kepala desa, yang dalam menjalankan pemerintahan, dibantu oleh wakil dan staf-staf pemerintahan. Jabatan raja dipangku oleh mata rumah parentah Kuhuwael dan Riry. Mata rumah Tamaelasapal menjalankan fungsi sebagai kepala inama. Kepala maatita dipangku oleh mata rumah Mattinahorouw. Sedangkan kapitan dipegang oleh mata rumah Manuputty.[butuh rujukan]
Soa
Kaibobo secara adat terdiri dari 6 soa, yang memiliki kepala soa dan marinyo masing-masing. Berikut ini soa-soa di Kaibobo.[butuh rujukan]
Soa Hatuitu, menghimpun mata rumah Seipatiratu, Souhuken, Sumah, Mantou, dan Riupasa
Soa Hatuno'o, menghimpun mata rumah Mahupale
Soa Henapesi, menghimpun mata rumah Pesireron, Kuhuwael, Manuputi, Kuhumarua, dan Tamaelasapal
Soa Louhata, menghimpun mata rumah Kuhuparu, Seimahuira, Louhatapesi, Patirousamal, Patiserlihun, dan Suripati
Soa Toumura, menghimpun mata rumah Kerimite, Matinahoru, Kakihari, Matanasi, Manintamahu, Rutumalesi, dan Riri
Soa Waeluru, menghimpun mata rumah Kakisina, Manhitirisa, Matatemi, Pasal, Seipatiseun, dan Putileihalat
Gereja untuk masyarakat Kaibobo dibangun dengan menggunakan jasa beberapa tukang dari negeri Booi dan dibantu oleh masyarakat negeri Kaibobo. Gereja ini diberi nama Gereja Nehemia, dibangun pada masa pemerintahan raja Christophel Kuhuwael. Gereja ini merupakan gereja tertua di negeri Kaibobo.[butuh rujukan]
Seiring waktu, Gereja Nehemia akhirnya mengalami pemugaran, mulai dari pergantian atap sirap dengan atap seng, penggantian lantai Gereja. Setelah peringatan 100 tahun Gereja Nehemia, kondisi gereja mengalami keretakan, kebocoran, dan kemiringan yang dikhawatirkan bisa berdampak buruk. Maka atas dasar keputusan bersama pemerintah negeri, raja Korneles Seipattiratu dan Ketua Majelis Jemaat Pdt. Jaques Hitipeuw, serta seluruh masyarakat Kaibobo, maka bangunan gereja dibongkar dan kemudian dibangun lagi di lokasi yang sama. Bangunan gereja baru ini diresmikan pada tahun 2022.[butuh rujukan]
Berikut ini adalah fam atau mata rumah (marga) yang mendiami Negeri Kaibobo.[butuh rujukan]
Irapanusa
Kakisina
Kakihary
Kermite
kuhumarua
Kuhuparuw
Kuhuwael
Lasatira
Louhatapessy
Manhitirissa
Mahupale
Manait
Manintamahu
Mantouw
Manuputty
Matanassy
Matatemy
Mattinahoruw
Passal
Pattirousamal
Pattiserlihun
Pessireron
Puttileihalat
Riry
Riupasa
Rutumalessy
Seimahuira
Seipattiratu
Seipattiseun
Souhuken
Souisa
Simatauw
Sumah
Suprepy
Suripatty
Tamaelasapal
Tantiwandisa
Hubungan sosial
Negeri Kaibobo menjalin hubungan sosial yang dikenal sebagai pela dengan banyak negeri-negeri lainnya, umumnya yang berada di Pulau Ambon. Beberapa negeri yang memiliki hubungan pela dengan Kaibobo, antara lain:[butuh rujukan]
Pela negeri Kaibobo dengan Kulur disebutkan hanya terjadi antara dua mata rumah, bukan seluruh negeri. Menurut sumber lisan, Kaibobo dengan negeri Kaitetu (negeri Islam) memiliki ikatan gandong (kakak-beradik).[butuh rujukan]
Galeri
Pantai di negeri Kaibobo, dengan lanskap perbukitan Kaibobo.
Pemandangan laut di dekat negeri Kaibobo, dilihat dari atas bukit.