ENSIKLOPEDIA
Kabupaten Muko Muko
Kabupaten Mukomuko | |
|---|---|
Tari Gandai, tarian tradisional Mukomuko | |
| Motto: Kapuang sakti ratau batuah Sakti di wilayahnya sendiri serta bertuah bagi wilayah lainnya | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 2°33′10″S 101°06′15″E / 2.55291°S 101.10422°E / -2.55291; 101.10422 | |
| Negara | |
| Provinsi | Bengkulu |
| Tanggal berdiri | 25 Februari 2003 |
| Dasar hukum | UU Nomor 3 Tahun 2003[1] |
| Ibu kota | Kota Mukomuko |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Choirul Huda (Golkar) |
| • Wakil Bupati | Rahmadi |
| • Sekretaris Daerah | Marjohan Husein |
| • Ketua DPRD | Zamhari |
| Luas | |
| • Total | 4.139 km2 (1,598 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 207.192 |
| • Kepadatan | 50/km2 (130/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • IPM | tinggi [4] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Pelat kendaraan | BD xxxx N* |
| Kode Kemendagri | 17.06 |
| APBD | Rp 757.861.750.000,-(2015) |
| DAU | Rp 516.221.195.000,- (2020)[5] |
| Situs web | www |
Kabupaten Mukomuko adalah sebuah kabupaten yang ada di wilayah administrasi Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten Mukomuko berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat di Utara; Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi di Timur; Samudera Hindia di Barat dan Kabupaten Bengkulu Utara di Selatan.
Pada 2021, jumlah penduduk Mukomuko sebanyak 190.498 jiwa, dan pada semester pertama tahun 2025 sebanyak 207.192 jiwa.[2][3][6]
Geografis
Secara geografis, Kabupaten Mukomuko terletak pada 101o01’15,1” – 101o51’29,6” BT dan 02o16’32,0”–03o07’46,0” LS. Suhu udara kota Mukomuko berkisar antara 21,10 C sampai dengan 34,60 C dengan curah hujan rata-rata 151,2 mm.[butuh rujukan]
Secara administratif, Kabupaten Mukomuko terbagi menjadi 15 kecamatan, 148 desa, dan 3 kelurahan.[butuh rujukan]
Sebagian besar penduduk Muko-muko merupakan transmigran yang berasal dari Jawa, Sunda, Minang, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan, Bengkulu dan mukomuko pada zaman kolonial Belanda dijadikan "tanah harapan" bagi penduduk luar Bengkulu.[butuh rujukan] Sebanyak 37,4% penduduk adalah suku Minang, 6,3 % suku Jawa, 5,4 % suku Sunda dan sisanya dari Bali, Bugis, Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, serta lainnya.[butuh rujukan]
Batas Wilayah
Secara administrasi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu berbatasan dengan wilayah berikut:[butuh rujukan]
| Utara | Pesisir Selatan, Sumatera Barat |
| Timur | Kerinci dan Merangin, Jambi |
| Selatan | Bengkulu Utara |
| Barat | Samudera Hindia |
Sejarah
Penduduk asli Mukomuko bagian utara adalah suku Minangkabau.[7] Secara adat, budaya, dan bahasa, dekat dengan wilayah Pesisir Selatan di Sumatera Barat.[8] Pada masa lalu daerah Mukomuko ini termasuk salah satu bagian dari rantau Pesisir Barat (Ombak Nan Badabua) Suku Minangkabau. Selain suku Minangkabau, kabupaten Mukomuko bagian selatan dihuni oleh suku Pekal yang terkait dengan suku Pekal yang mendiami bagian utara kabupaten Bengkulu Utara.[butuh rujukan]
Wilayah Mukomuko juga merupakan wilayah rantau Minangkabau yang kerap juga disebut daerah Riak nan Berdebur yakni daerah sepanjang Pesisir Pantai Barat dari Padang hingga Bengkulu Selatan. Namun wilayah Mukomuko sejak masa kolonial Inggris telah dimasukkan ke dalam administratif Bengkulu (Bengkulen). Sejak saat itu mereka telah terpisah dari serumpunnya di daerah Sumatera Barat dan menjadi bagian integral dari wilayah Bengkulu. Hal ini berlangsung terus pada masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, hingga masa kemerdekaan.[butuh rujukan]
Dalam masa kemerdekaan, wilayah Mukomuko dimasukkan ke dalam Daerah Tk. II dengan nama Kabupaten Bengkulu Utara. Pemekaran kabupaten dan kota telah menyapa hampir seluruh provinsi di Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Bengkulu. Pada awal tahun 2003, provinsi ini bertambah tiga kabupaten baru yang ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003, yakni Kabupaten Bengkulu Utara dimekarkan menjadi Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko. Adapun Kabupaten Bengkulu Selatan juga dimekarkan menjadi Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kaur.[butuh rujukan]
Sama halnya dengan kabupaten lainnya di Bengkulu, Mukomuko pun tidak terlepas dari bencana gempa bumi, dimana pada tanggal 13 September 2007 terjadi gempa bumi yang memporak-porandakan sebagian penduduk Mukomuko, terutama di Kecamatan Lubuk Pinang.[butuh rujukan]
Pengiriman transmigran ke Bengkulu marak lagi sejak 1967. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1973 menetapkan Provinsi Bengkulu dan sembilan provinsi lainnya sebagai daerah transmigrasi di luar pulau Jawa. Salah satu kabupaten tujuan transmigran adalah Bengkulu Utara dan kebijakan itu berlanjut hingga sekarang. Tahun 2004, Bengkulu masih mendapat tambahan transmigran yang mendapatkan tanah dua ha dan mayoritas berasal dari Jawa dengan profesi petani. Kini sentra-sentra penduduk migran itu tumbuh menjadi sentra ekonomi.[butuh rujukan]
Pertumbuhan penduduk menjadi sangat cepat dengan adanya program transmigrasi ini. Hal ini juga telah menyebabkan terjadinya perubahan komposisi penduduk di wilayah Kabupaten Mukomuko. Saat ini jumlah penduduk pendatang asal Jawa telah jauh melampaui jumlah penduduk asli Mukomuko. Sehingga secara realitas saat ini, penduduk asli menjadi minoritas di Kabupaten Mukomuko.[butuh rujukan]
Pemerintahan
Daftar Bupati
| Bupati Mukomuko | |
|---|---|
Lambang daerah Kabupaten Mukomuko | |
| Gelar | Yang Terhormat (formal) |
| Kediaman | Rumah Jabatan Bupati Mukomuko |
| Ditunjuk oleh | Pemilihan umum langsung |
| Masa jabatan | 5 tahun, dapat diperpanjang sekali |
| Dibentuk | 2003 |
| Pejabat pertama | Amandeka Amir (Pj.) Ichwan Yunus (Dentitif) |
| Wakil | Wakil Bupati Mukomuko |
| Situs web | Situs web resmi |
<onlyinclude>Berikut adalah daftar Bupati Mukomuko secara definitif sejak tahun 2003 pasca pemekaran Kabupaten Mukomuko dari Kabupaten Bengkulu Utara.
| No. | Bupati | Potret | Partai | Awal | Akhir | Periode | Masa jabatan | Pemilihan umum | Wakil | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ichwan Yunus (1940-2025) |
Demokrat | 12 Agustus 2005 | 12 Agustus 2010 | 2005–2010 | 5 tahun, 0 hari | 1 (2005) |
Supardji | |||
| PAN | 15 Agustus 2010 | 15 Agustus 2015 | 2010–2015 | 4 tahun, 362 hari | 2 (2010) |
Choirul Huda | [9] | ||||
| 2 | Choirul Huda (lahir 1970) |
Golkar | 17 Februari 2016 | 17 Februari 2021 | 2010–2015 | 5 tahun, 0 hari | 3 (2015) |
Haidir | [10] | ||
| 3 | Sapuan (lahir 1974) |
Nonpartisipan | 26 Februari 2021 | 20 Februari 2025 | 2021–2025 | 3 tahun, 360 hari | 4 (2020) |
Wasri | [11][12] | ||
| (2) | Choirul Huda (lahir 1970) |
Golkar | 20 Februari 2025 | Petahana | 2025–2030 | 1 tahun, 93 hari | 5 (2024) |
Rahmadi | |||
Pengganti sementara
Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi bupati berada dalam masa transisi.
| Pejabat | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Bupati definitif | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Amandeka Amir (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 25 Februari 2003 | 12 Agustus 2005 | 2 tahun, 168 hari | Transisi (2003–2005) | |||
| Syafkani (?-) (Pelaksana Tugas) |
Nonpartisipan | 20 Agustus 2015 | 15 Oktober 2015 | 56 hari | Transisi (2015) | [13] | ||
| Tarmizi (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 15 Oktober 2015 | 17 Februari 2016 | 125 hari | Transisi (2015—2016) | [14] | ||
| Haidir (?-) (Pelaksana Tugas) |
Nonpartisipan | 26 September 2020 | 5 Desember 2020 | 70 hari | Choirul Huda | [ket. 1] | ||
| Marjohan (?-) (Pelaksana Harian) |
Nonpartisipan | 17 Februari 2021 | 26 Februari 2021 | 9 hari | Transisi (2021) | [16] | ||
- Keterangan
- ↑ Bupati Choirul Huda cuti kampanye pada Pemilihan umum Bupati Mukomuko 2020 dari 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020, jabatan bupati sementara dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Haidir.[15]
Lihat Pula
Referensi
- ↑ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 4 November 2021.
- 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
- 1 2 "Data Jumlah Penduduk Menurut Agama di Provinsi Bengkulu Semester 1 Tahun 2025". www.data.bengkuluprov.go.id. Diakses tanggal 23 Januari 2026.
- ↑ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 25 Januari 2025.
- ↑ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 4 November 2021.
- ↑ "Kabupaten Muko-Muko Dalam Angka Tahun 2021". mukomukokab.bps.go.id. hlm. 7, 33. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-11-04. Diakses tanggal 4 November 2021.
- ↑ Agus Setiyanto, Elite Pribumi Bengkulu: Perspektif Sejarah Abad ke-19, Balai Pustaka, 2001
- ↑ Suwarno, Sintaksis Bahasa Muko-Muko, 1993
- ↑ "Gubernur Bengkulu Percepat Pelantikan Bupati Muko-muko". Tempo.co. 15 Agustus. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Tujuh Bupati di Bengkulu Dilantik". Kompas.com. 17 Februari 2016. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Resmi Dilantik". Indonesia Interaktif.com. 26 Februari 2021. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Bupati Mukomuko Surati Menkominfo Minta Blokir Game Online Free Fire, PUBG, hingga Mobile Legends". Kompas.com. 23 Juni 2021. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Gubernur Bengkulu Tunjuk Dua Plt Bupati". BeritaSatu.com. 20 Agustus 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Gubernur Bengkulu Lantik Tiga Penjabat Bupati". BeritaSatu.com. 16 Oktober 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Jadi Plt Bupati Mukomuko, Haidir Pilih Netral". Radar Bengkulu.com. 25 September 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-24. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
- ↑ "Tujuh Sekda Kabupaten di Bengkulu Terima Penunjukkan Plh Bupati". Satelit Cyber.com. 16 Februari 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-24. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
Artikel bertopik politik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[1] | 2019–2024[2] | 2024–2029 | ||
| PKB | 3 | |||
| Gerindra | 3 | |||
| PDI-P | 1 | |||
| Golkar | 2 | |||
| NasDem | 3 | |||
| PKS | 2 | |||
| Hanura | 2 | |||
| PAN | 3 | |||
| Demokrat | 1 | |||
| Perindo | (baru) 3 | |||
| PPP | 2 | |||
| PKPI | 3 | |||
| Jumlah Anggota | 25 | |||
| Jumlah Partai | 11 | |||
Kecamatan
Kabupaten Mukomuko memiliki 15 kecamatan, 3 kelurahan, dan 148 desa. Luas wilayahnya mencapai 4.036,70 km² dan penduduk 174.742 jiwa (2017) dengan sebaran 43 jiwa/km².[3][4]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Mukomuko adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 17.06.12 | V Koto | 10 | Desa | ||
| 17.06.11 | XIV Koto | 8 | Desa | ||
| 17.06.14 | Air Dikit | 7 | Desa | ||
| 17.06.13 | Air Manjunto | 8 | Desa | ||
| 17.06.07 | Air Rami | 12 | Desa | ||
| 17.06.05 | Ipuh | 16 | Desa | ||
| 17.06.02 | Kota Mukomuko | 3 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 17.06.01 | Lubuk Pinang | 7 | Desa | ||
| 17.06.06 | Malin Deman | 7 | Desa | ||
| 17.06.10 | Penarik | 14 | Desa | ||
| 17.06.04 | Pondok Suguh | 11 | Desa | ||
| 17.06.09 | Selagan Raya | 12 | Desa | ||
| 17.06.15 | Sungai Rumbai | 9 | Desa | ||
| 17.06.08 | Teramang Jaya | 13 | Desa | ||
| 17.06.03 | Teras Terunjam | 8 | Desa | ||
| TOTAL | 3 | 148 |
Ekonomi
Di sektor perkebunan k.omoditas unggulan Kabupaten Mukomuko pada tahun 2006 adalah kelapa sawit (95.963 ton), karet (7.808 ton), dan kelapa dalam (1.384 ton). Untuk hasil pertanian utama berupa tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah ini. Dari hasil pertanian ini berdampak besar juga terhadap perdagangan.[butuh rujukan]
Perdagangan menjadi tumpuan mata pencaharian penduduk setelah pertanian. keberadaan infrastruktur berupa jalan darat yang memadai akan lebih memudahkan para pedagang untuk berinteraksi sehingga memperlancar arus barang dan jasa. Kabupaten Mukomuko juga telah memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti sarana pembangkit tenaga listrik, air bersih, gas dan jaringan telekomunikasi.[butuh rujukan]
Lokasi Mukomuko yang strategis, yang terletak di tengah-tengah jalan lintas dua kota besar yaitu Kota Padang dan Kota Bengkulu. Infrastruktur yang mendukung, kualitas sumber daya manusia, potensi sektor manufaktur, perdagangan dan jasa yang sedang berkembang karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi Terutama daerah-daerah sekitarnya, menjadikannya sebagai sebuah kota yang menarik dan berdaya jual bagi para investor.[butuh rujukan]
Pariwisata
Objek wisata yang terdapat di Kabupaten Mukomuko, antara lain:
- Batu Kumbang,[5]
- Pantai Abrasi (Tapi Lauik)
- Danau Teratai Indah
- Danau Lebar
- Danau Nibung
- Dam Air manjunto
- Benteng Anna
- Pantai Air wami
- Pantai Pandan wangi
Referensi
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Mukomuko Periode 2014-2019
- ↑ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Mukomuko 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-10. Diakses tanggal 2020-05-19.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ "Batu Kumbang, Pesona di Ujung Barat Bengkulu | Buliran.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-04. Diakses tanggal 2021-11-04.
Pranala luar
- Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko di Provinsi Bengkulu
- (Indonesia) Badan Pusat Statistik kabupaten Mukomuko
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| ||
| Kabupaten | ||
| Kota | ||
| Topik | ||
