KRI Tuna (876) memiliki kapasitas awak kapal sebanyak 55 orang. Kapal ini akan memperkuat jajaran kapal patroli (satrol) di Lantamal I Belawan Komando Armada I dan akan digunakan untuk berbagai misi, seperti patroli maritim, pertahanan pantai, dan bantuan kemanusiaan.
Persenjataan
KRI Tuna (876) dipersenjatai dengan satu unit meriam Bofors kaliber 40 mm dan dua unit senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.[3] Meriam kaliber 40 mm digunakan untuk pertahanan udara dan anti kapal permukaan dengan jangkauan tembak efektif hingga 12 km, sedangkan meriam kaliber 12,7 mm digunakan untuk pertahanan diri dan serangan terhadap target darat yang efektif di jarak 2 km.[4] Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor yang canggih, termasuk radar dan sistem komunikasi.[5]