Kapal ini diresmikan sebagai KRI pada 14 April 2003, bersamaan dengan peresmian KRI Anakonda (868) dan KRI Kobra (867). Prototipe kapal ini dirancang oleh Dislitbangal pada tahun 2000-an. Guna memenuhi jumlah kapal patroli dalam jumlah besar dan berbiaya murah, kapal ini dibangun dengan konstruksi lambung berbahan fiberglass dan menerapkan desain kapal berteknologi siluman.[1]
Nama
Dinamai menurut nama ikan Lemadang, begitu pula kapal-kapal di kelas ini yang dinamai menurut ikan-ikan di perairan Indonesia.
Kapal
Data Teknis
KRI Lemadang memiliki berat 447 ton. Dengan dimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 8.850 bhp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot. Diawaki oleh maksimal 53 pelaut.
Persenjataan
KRI Lemadang dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah:
1 MeriamBoforsSAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
1 MeriamBofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.
2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.
Sensor dan elektronis
KRI Lemadang diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh.