Indonesia menandatangani kontrak senilai US$150 juta pada Desember 2004[2] dan dua unit pertama dibangun di Busan, Korea Selatan. Dua sisanya dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya dengan bantuan Daesun. Kontrak LPD ke-3 dan ke-4 yang akan dibangun di Indonesia ditandatangani dengan PT PAL pada 28 Maret 2005.
Pada tanggal 19 Oktober 2006, unit pertama dari dua unit buatan Indonesia, diresmikan dalam sebuah upacara oleh Laksamana Slamet Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia.[3] Unit ke-3 dan ke-4 telah dirancang untuk berfungsi sebagai kapal bendera dengan perlengkapan sistem komando dan kendali, senjata 57mm, dan sistem pertahanan udara.
Kapal ke 5 yang dipesan TNI Angkatan Laut pada 11 Januari 2017.[4] Upacara pemotongan baja pertama untuk kapal tersebut dilakukan pada 28 April 2017.[4] Peletakan lunas kapal dilakukan pada 28 Agustus 2017.[5]
Konstruksi dan karier
Lunas Banjarmasindilakukan pada 19 Oktober 2006 dan diluncurkan pada 28 Agustus 2008 oleh PT PAL di Surabaya. Dia ditugaskan pada 28 November 2009.
Galeri
KRI Banjarmasin pada 11 Juli 2011.
KRI Banjarmasin pada 17 Desember 2014.
Referensi
1234"Amun Mundur Kada". Kolinlamil Official Account on Instagram. 23 May 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 26 December 2021. Diakses tanggal 22 April 2021.