Serve one another in God's love (Bahasa Indonesia: Melayani antara satu sama lain dalam kasih Tuhan)
Lambang
Julius Dusin Gitom (lahir 14 Oktober 1957) adalah seorang prelatGereja Katolik asal Malaysia yang telah menjabat sebagai uskup pertama Keuskupan Sandakan sejak tahun 2007.[1]
Beliau bersekolah sejak usia 5 tahun pada tahun 1962 hingga menyelesaikan Sijil Pelajaran Malaysia pada tahun 1975 dan kemudian bekerja selama dua tahun sebagai asisten laboratorium untuk Tobishima Construction sebelum bergabung dengan imamat.[2]
Imamat
Pada usia 32 tahun, Julius ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Agung Kota Kinabalu oleh Uskup Agung John Lee Hiong Fun-Yit Yaw pada tanggal 19 November 1989.[3] Julius melayani di beberapa paroki selama tujuh tahun setelah ditahbiskan.
Ia kemudian menyelesaikan lisensiat teologi moral di Universitas Kepausan Lateran di Roma dan kemudian meraih gelar magister teologi spiritual di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas yang juga berlokasi di Roma. Kemudian, beliau kembali dan melayani sebagai salah satu formator di Seminari Tinggi Saint Peter's College, Kuching, dari tahun 2000 hingga 2003.
Empat bulan setelah menyelesaikan tugasnya Setelah menyelesaikan studinya pada Maret 2007 (meskipun ia telah lulus dari studinya sekitar Oktober-November 2006 saat masih menjadi imam), Paus Benediktus XVI mengangkat Julius sebagai uskup pertama dari Keuskupan Sandakan yang baru didirikan.[2]
Ia menerima pentahbisan episkopalnya pada 14 Oktober 2007 (bertepatan dengan Yubileum Emas ulang tahunnya yang ke-50) dari Uskup Agung Salvatore Pennacchio, dengan Uskup Agung John Lee Hiong Fun-Yit Yaw dari Kota Kinabalu dan Uskup Cornelius Piong dari Keningau sebagai rekan pentahbis. Ia kemudian memilih kalimat, Layani satu sama lain dalam kasih Allah sebagai motto episkopalnya.