Dia mendapatkan gelar doktoral dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia dengan predikat Cum Laude dalam sidang terbuka yang diadakan di Gedung IASTH Kampus Universitas Indonesia pada 21 Desember 2024. Disertasinya berjudul "Kebijakan Keamanan Penerbangan Nasional: Studi Tentang Kerjasama Sipil-Militer Guna Mewujudkan Keamanan Penerbangan di Wilayah Papua". Sidang ini dipimpin oleh Athor Subroto selaku Ketua Sidang dan didampingi Satya Arinanto sebagai promotor dengan ko-promotor, yaitu Margaretha Hanita. Pengujinya terdiri dari Gumilar Rusliwa Somantri, Shergi Laksmono, Arthur Josias Simon Runturambi, Henny Saptatia Drajati Nugrahani, Muhammad Syaroni Rofii dan Agus Pramono.[6]
Militer
Dia mengikuti beberapa pendidikan seperti sekolah dasar kecabangan pada tahun 1993. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan Sekolah Penerbang TNI AU pada tahun 1995. Pada tahun 1998, dia mengikuti Kursus Perwira Keselamatan Terbang dan Kerja dan lulus pada tahun 1998.Setahun kemudian, dia mengikuti Kursus Intensif Bahasa Inggris dan lulus pada tahun 1999. Kemudian pada tahun 2012, dia melakukan Kursus Tenaga Pengajar Akademis. Tahun depannya, ia ikut Kursus Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Instruksional. Pada tahun 2018, ia melakukan Pendidikan Kursus Perwira Sistim Pertahanan Udara Nasional [3]
Penghargaan
Dia meraih juara dua pada perlombaan menembak untuk kelas Pati Eksekutif 20M yang dimenangkan oleh Deny Muis dan juara tiga diraih oleh Aldrin Petrus Mongan. Pada cabang lain, ia meraih juara satu pada kelas Duel Falling Plate Non Optik dengan juara dua diraih oleh Deni Hasoloan Simanjuntak dan juara tiga diraih oleh Purwoko Aji Prabowo. Perlombaan ini dilaksanakan dalam rangka peresmian Lapangan Tembak Eksekutif Mohamad Sugengyang berlokasi di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman pada tanggal 5 November 2023.[7]