Berjongkok adalah postur serbaguna di mana berat tubuh bertumpu pada kaki, namun lutut dan pinggul ditekuk. Sebaliknya, duduk melibatkan penopangan berat tubuh pada tuberositas iskium panggul, dengan bagian bawah bokong bersentuhan dengan tanah atau objek horizontal. Sudut di antara kaki saat berjongkok dapat bervariasi dari nol hingga terbentang lebar, tergantung fleksibilitas. Variabel lainnya adalah derajat kemiringan tubuh bagian atas ke depan dari pinggul. Berjongkok dapat dilakukan secara penuh maupun sebagian.
Mendekam biasanya dianggap sinonim dengan berjongkok. Sudah umum untuk berjongkok dengan satu kaki dan berlutut dengan kaki lainnya.[1] Satu atau kedua tumit mungkin terangkat saat berjongkok. Anak-anak kecil sering kali berjongkok secara instingtif. Di antara orang dewasa Tionghoa,[2] Asia Tenggara, dan Eropa Timur, berjongkok sering kali menggantikan posisi duduk atau berdiri.[butuh rujukan]
Posisi berjongkok memberikan peningkatan tekanan yang lebih besar pada rongga panggul dengan upaya otot yang minimal. Jalan lahir akan terbuka 20 hingga 30% lebih lebar dalam posisi jongkok dibandingkan posisi lainnya. Posisi ini direkomendasikan untuk tahap kedua persalinan.[3]
Di Mesir Kuno, wanita melahirkan bayi sambil berjongkok di atas sepasang batu bata, yang dikenal sebagai batu bata persalinan.[4]
Terdapat variasi dari posisi seks "cowgirl" di mana seorang wanita berjongkok di atas pria, yang sedang berbaring telentang, alih-alih berlutut di atasnya. Variasi ini disebut dengan nama yang berbeda seperti Asian cowgirl, frog squat position, dan froggystyle.[5] Wanita tersebut dapat menghadap ke depan[6] atau ke belakang (terbalik).[7]