Johannes Hevelius lahir pada 28 Januari1611, ayahnya adalah Abraham Hewelke (1576-1649), dan ibunya bernama Kordula Hecker (1576-1655). Mereka adalah keluarga pedagangbrewery kaya berasal dari Bohemia.
Pada 1634 ia menetap di kota asalnya, dan pada 21 Maret, 1635, menikahi Katharine Rebeschke, seorang tetangga yang hanya berbeda dua rumah, berusia dua tahun lebih muda darinya. Tahun berikutnya, Hevelius menjadi anggota gilda pengusaha bir, yang kemudian dia pimpin sejak 1643.
Sepanjang hidupnya, Hevelius mengambil bagian dalam kepemimpinan munisipalitas lokal, menjadi Ratsherr (anggota dewan kota) pada 1651 dan kemudian wali kota Danzig. Sejak 1639 ketertarikan utamanya adalah pada bidang astronomi. Pada 1641 ia membangun sebuah observatorium di bagian atas rumahnya, melengkapinya dengan instrumen yang cukup baik, termasuk sebuah teleskop tanpa tabung yang memiliki panjang fokus 45 meter yang dikonstruksinya sendiri.
Observatorium pribadi ini dikunjungi oleh Ratu Polandia Maria Gonzaga pada 29 Januari1660, dan Raja Polandia Jan III Sobieski pada 1678. Edmund Halley juga pernah mengunjungi observatorium ini pada Mei 1679, sebagai duta dari Royal Society di mana Hevelius telah menjadi anggotanya sejak 1664.
Hevelius melakukan pengamatan bintik matahari, 1642-1645, mencurahkan perhatian selama empat tahun untuk memetakan permukaan Bulan, menemukan librasi Bulan, dan memublikasikan pekerjaannya dalam Selenographia sive Lunae Descriptio (1647), sebuah kertas kerja yang membuatnya diberi julukan "perintis topografi Bulan."
Ia menemukan empat komet, pada 1652, 1661 (kemungkinan Ikeya-Zhang), 1672 dan 1677. Penemuan-penemuan ini mengarahkannya pada sebuah tesis bahwa benda-benda semacam itu berevolusi mengelilingi matahari dalam orbit yang parabolik.
Katharine, istri pertamanya, meninggal dunia pada 1662, dan setahun kemudian Hevelius menikahi Elisabeth Koopmann, seorang putri muda dari sebuah keluarga saudagar juga. Pasangan ini memiliki empat anak. Elisabeth sangat mendukung dan ikut membantu suaminya dalam kegiatan-kegiatan pengamatan. Setelah kematiannya, dua karya Hevelius diterbitkan oleh Elisabeth. Dengan demikian Elisabeth Hevelius kemungkinan adalah astronom wanita pertama dalam sejarah.
Observatoriumnya, perlengkapan berikut buku-buku terbakar dalam sebuah musibah kebakaran pada 26 September, 1679. Bencana ini dilukiskannya dalam bagian pengantar bukunya, Annus climactericus (1685). Ia kemudian dapat dengan cepat memperbaiki observatoriumnya sehingga dapat mengamati penampakan komet terang pada Desember 1680. Rasi bintangSextans dinamainya sebagai kenangan pada instrumen-instrumen yang hilang saat bencana. Sejak musibah tersebut kesehatannya terus menurun dan ia meninggal saat ulangtahunnya yang ke-76, 28 Januari1687.
Pada akhir 1683, dalam rangka memperingati kemenangan tentara kristen di bawah pimpinan Raja Jan III Sobieski pada Pertempuran Vienna, Hevelius menciptakan dan menamai sebuah rasi dengan Scutum Sobiescianum (Perisai Sobieski), yang sekarang dikenal sebagai rasi "Scutum."
Hevelius mencetak bukunya di rumahnya sendiri, dengan ongkos yang sangat besar, dan dengan tangannya sendiri dia membuat pelat-pelat cetakannya.