Kalurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kalurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Jogotirto (bahasa Jawa:ꦗꦒꦠꦶꦂꦠcode: jv is deprecated , translit.Jagatirta) adalah sebuah kalurahan yang terletak di kapanéwon Berbah, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini merupakan penggabungan 3 Kelurahan Lama yaitu: Kelurahan Jragung, Bulu dan Jogomangsan. Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka tiga bekas Kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama Desa Jogotirto yang ditetapkan berdasarkan Maklumat Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Karongan, Jogotirto, Berbah, Sleman, terletak pada koordinat 07o 48' 56” LS, 110o 27' 49” BT, dengan luas wilayah 5,84 Km2. Desa Jogotirto menyimpan beberapa potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, yalni; Candi Abang yang terletak di Padukuhan Krasaan, Lava Bantal di Dusun Watuadeg, Goa Jepang yang terletak di padukuhan Blambangan, dan Goa Sentono di Sentonoharjo.
Batas Wilayah
Timur: Kalurahan Sumberharjo, Kapanéwon Prambanan
Selatan: Kalurahan Srimartani dan Kalurahan Srimulyo, Kapanéwon Piyungan
Barat: Kalurahan Tegaltirto dan Kalurahan Kalitirto, Kapanéwon Berbah
Pada hari Minggu tanggal 23 Januari2011 pukul 17.00 WIB, Warga Desa Jogotirto digemparkan dengan penemuan lambang misterius berdiameter 70 meter yang dicurigai terkait dengan isu UFO atau makhluk luar angkasa yang dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau crop circle di daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto. Pihak kepolisian yang menyelidiki bahkan telah mengabadikan fotoDiarsipkan 2011-01-27 di Wayback Machine. langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tanaman di ladang tersebut diyakini sebagai kejadian yang pertama di Indonesia dan juga disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut walaupun cuaca hujan dan tidak baik. Para warga sendiri meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat UFO dari planet lain.[1]
Seorang anak kecil mengaku melihat kejadian tersebut saat cuaca buruk pada hari itu dan menyebutkan bahwa sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut.[2]