Ia ditahbiskan menjadi imam pada 12 Mei 1996. Ia memegang jabatan sebagai asisten imam paroki dalam Misi Kurela (1996–1997); asisten imam paroki katedral (1997–1999); profesor di Kolese St. Aloysius (1999–2005); dan asiten imam paroki Kota Napier (2005–2008). Ia merupakan wakil sekretaris Dewan Imam, Pemandu Acara dan anggota Komisi untuk Vokasi, sekretaris Komsii untuk Perguruan Tinggi dan Profesional, sekretaris untuk Komisi Dialog antar Agama. Pada 2012, ia diangkat menjadi kepala sekolah Kolese St. Aloysius.[1][2]
Uskup
Pada 13 Januari 2024, ia diangkat menjadi uskupkeuskupan Jabalpur.[1][2] Ia meraih penahbisan episkopal pada 8 April 2024.