Pemberian pangkat Jenderal Kehormatan sering dilakukan di Indonesia. Gelar Jenderal Kehormatan (HOR) dengan bintang empat pernah disematkan kepada beberapa purnawiranan TNI yang sempat menjabat sebagai menteri atau alasan lainnya. Tiga Belas perwira yang dinobatkan sebagai Jenderal kehormatan adalah:
12Berdasarkan penetapannya sebagai Wakil Panglima ABRI
↑Koninklijke Militaire Academie. Akademi Militer Kerajaan Belanda
↑Sejarah AKMIL dimulai saat pembentukan Militaire Academie (MA) di Yogyakarta pada 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo. Pada 1 Januari 1950, didirakannya Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi AD), yang pada 23 September 1956 dirubah namanya menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD). Pada tanggal 11 November 1957 pukul 11:00 WIB, Presiden Soekarno, selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI. meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini merupakan kelanjutan MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN (Akademi Militer Nasional) angkatan ke-4. Pada tahun 1961, Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang. Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (Akademi Militer Nasional, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara dan Akademi Angkatan Kepolisian) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Dalam rangka reorganisasi ABRI, Pada tanggal 14 Juni 1984 AKABRI bagian darat berubah nama menjadi Akademi Militer (AKMIL). Pada tanggal 1 April 1999, Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI berubah menjadi TNI. Sejak itu pula Akademi Kepolisian terpisah dari AKABRI. Kemudian AKABRI berubah namanya menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL, AAL, AAU.
↑Chaerul Saleh meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 1967, dengan pangkat terakhir Jenderal tituler. Pada tanggal 22 Juni, sesuai Surat Departemen Angkatan Darat No. R-0148/1967, mengubah pangkat Chaerul menjadi Jenderal Kehormatan
↑Ali Sadikin meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2008, dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal KKO. Pada 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Gelar Jenderal Kehormatan merupakan pengakuan negara atas pengabdian dan prestasi luar biasa dalam menjalankan tugas di bidang pertahanan dan keamanan. Ali Sadikin adalah tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi kepada negara dan berhasil dalam setiap penugasan operasi dalam karier militernya.
Referensi
↑Soeprapto, Bambang; Simbangan, Zainal; Gayo, Hasan; Partowisastro, Koesnandar; Raib, Zakaria; Soewito, Irna Hanny Nastoeti Hadi (1995). Chairul Saleh, tokoh kontroversial. Jakarta: Tim Penulis. hlm.160.