Jeanè Van Dam (lahir 8 April 2002) adalah seorang model, penari, dan pemegang gelar kontes kecantikan asal Afrika Selatan. Ia dikenal secara luas sebagai pemenang Miss Grand South Africa 2021 dan berhasil meraih posisi Runner-up 4 pada ajang internasional Miss Grand International 2021 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Selain kariernya di dunia kecantikan, ia juga merupakan pendiri organisasi nirlaba The Beauty of Caring.
Sejak usia muda, Jeanè telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Pada tahun 2018, di usia 17 tahun, ia mendirikan organisasi nirlaba bernama The Beauty of Caring yang berfokus pada pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan pengembangan kepemimpinan pemuda di Afrika Selatan.[3] Secara profesional, ia menjabat sebagai direktur nasional untuk ACE Models Australia, di mana ia melatih dan membimbing calon model serta kontestan ajang kecantikan.[4]
Dirinya menjalin hubungan pacaran dengan pemain kriket asal Afrika Selatan yang bernama Corbin Bosch.[5]
Kontes kecantikan
Jeanè telah mengikuti berbagai kontes kecantikan sejak usia dini, dan berhasil menyabet gelar. Seperti Runner-up 2 Miss Transvalia 2015, Runner-up 2 Miss Teen Valley 2016, Miss Gauteng JNR 2016, Runner-up 1 Miss Teen Rivonia 2018, Miss Wild Waters 2018, dan lain-lain. Ia juga pernah berkompetisi di kontes Miss Grand South Africa 2019 dan terhenti sebagai Runner-up 1.
Miss Grand South Africa 2021
Jeanè kembali mengikuti kompetisi Miss Grand South Africa 2021 dan berhasil keluar sebagai pemenang.[6][7]
Seusai malam final, terjadi kontroversi dimana dirinya tidak hadir dalam serangkaian kegiatan bersama pemenang dan runner-up lainnya. Hal itu disebabkan oleh masalah logistik dan misinformasi antara ia dan pihak organisasi nasional. Dimana, seusai dinobatkan sebagai Runner-up 4, ia menanyakan kepada anggota timnya perihal kegiatan seusai malam final. Dimana, timnya merespon dengan mengatakan bahwa Jeanè harus kembali ke Afrika Selatan besok, karena pihak organisasi telah membeli tiket pesawat pada jauh hari.[8]
Jeanè sudah sempat bernegosiasi dengan pihak organisasi, tetapi terjadi kebuntuan. Ia mengungkapkan rasa kekecewaannya karena ia juga sudah berusaha keras seperti gadis-gadis lain dan melewatkan kesempati sekali seumur hidup dalam kehidupannya.[9]