Suryakumara (disebutkan di Ta Prohm) Virakumara (disebutkan di Preah Khan) Srindrakumara (disebutkan di Banteay Chhmar) Raja Indrawarman II Tamalinda (kemudian menjadi biksu) Sukhara Mahadewi (Permaisuri Pho Khun Pha Mueang)
Jayawarman VII (bahasa Khmer:ជ័យវរ្ម័នទី៧code: km is deprecated , 1125–1218) dengan nama anumerta Mahaparamasaugata, adalah raja Kerajaan Khmer. Dia adalah putra Raja Dharanindrawarman II (memerintah 1150-1160) dan Ratu Sri Jayarajacudamani. Raja Jayawarman VII adalah raja pertama yang menganut agama Buddha, karena hanya 1 raja Khmer sebelumnya yang beragama Buddha. Raja agung ini dikenal karena membebaskan Kerajaan Khmer dari penjajahan kerajaan Champa. Ia juga dikenal sebagai peletak dasar pembangunan ibu kota barunya, Angkor Thom, dengan candi agung negara, Bayon. Jayawarman VII menikahi Jayarajadewi dan kemudian, setelah kematian Sang Ratu, ia menikahi saudari Sang Ratu bernama Indradewi. Kedua perempuan ini diduga menjadi inspirasi dan sangat memengaruhi sang raja, terutama iman sang raja terhadap agama Buddha, suatu hal yang tidak lazim karena kebanyakan raja Khmer adalah penganut Hindu.
Sejarawan secara umum memasukkan Raja Jayawarman VII sebagai salah satu raja terbesar dan terkuat Khmer. Pemerintahannya ditandai dengan pembangunan di banyak aspek, termasuk tempat pengobatan, jalan-jalan, rumah singgah (penginapan), dan candi-candi. Dimotivasi iman Buddhis, Sang Raja dianggap telah membangun kesejahteraan negara yang melayani kebutuhan jasmani maupun rohani rakyat Khmer.