Jambangan adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra agrowisata dan penghasil tanaman hias di Kabupaten Malang, dengan "Kampung Bunga Grangsil" sebagai destinasi utamanya.
Sejarah
Desa Jambangan resmi berdiri pada tahun 1835 dengan nama awal Desa Sumbersari. Nama "Jambangan" sendiri berasal dari cerita rakyat tentang pohon jambu besar yang tumbang melintang di jalan (dalam bahasa Jawa disebut malang), sehingga area tersebut dikenal sebagai "Jambu Malang" yang kemudian berevolusi menjadi "Jambangan".
Secara historis, perkembangan desa ini tidak lepas dari ekspansi perkebunan kopi dan tebu di wilayah Dampit pada era kolonial Belanda, yang menarik banyak tenaga kerja dari berbagai daerah dan membentuk komposisi masyarakat yang didominasi oleh Suku Jawa dan Madura.
Saat ini, Desa Jambangan dipimpin oleh Kepala Desa Eko Budi Cahyono, S.T..
Geografi
Desa Jambangan terletak di dataran tinggi dengan topografi perbukitan pada ketinggian 430 meter di atas permukaan laut. Luas wilayahnya adalah 1.373,00 hektare, atau sekitar 10,13% dari total luas Kecamatan Dampit
Batas-batas wilayah Desa Jambangan adalah sebagai berikut:
Utara: Desa Sanankerto (Kecamatan Turen) dan Desa Sumberputih (Kecamatan Wajak).
Timur: Desa Tamansatriyan (Kecamatan Tirtoyudo).
Selatan: Desa Pamotan dan Desa Pojok (Kecamatan Dampit).
Barat: Desa Pagedangan (Kecamatan Turen).
Pemerintahan
Secara administratif, Desa Jambangan terbagi menjadi 4 dusun:
Dusun Krajan (pusat pemerintahan desa)
Dusun Jegong
Dusun Sumbersari
Dusun Grangsil
Berdasarkan data publikasi BPS "Kecamatan Dampit Dalam Angka" tahun 2024, desa ini memiliki 19 Rukun Warga (RW) dan 90 Rukun Tetangga (RT).
Demografi
Data kependudukan desa menunjukkan variasi dari berbagai sumber. Penelitian dari Unisma pada tahun 2020 menyebutkan angka 13.981 jiwa. , sementara data dari publikasi BPS "Kecamatan Dampit Dalam Angka" tahun 2024 mencatat populasi sebanyak 11.712 jiwa, Mayoritas penduduk merupakan Suku Jawa dan Madura, dan sebagian besar beragama Islam.
Ekonomi
Perekonomian Desa Jambangan ditopang oleh beberapa sektor utama:
Pertanian: Mayoritas penduduk adalah petani tebu, kopi, dan tembakau.
Hortikultura: Desa ini, khususnya Dusun Grangsil dan Sumbersari, menjadi sentra budidaya bunga dan tanaman hias. Aktivitas ini telah berkembang menjadi industri yang memasok pasar di Malang Raya dan sekitarnya.
UMKM: Terdapat industri rumahan seperti keripik nangka, opak gulung, dan peternakan kambing etawa untuk produksi susu.
Karena keterbatasan lapangan kerja di dalam desa, sebagian penduduk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, seperti Malaysia dan Hong Kong.
Pariwisata
Kampung Bunga Grangsil: Merupakan destinasi agrowisata utama yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pengunjung dapat menikmati taman bunga, berfoto, dan membeli tanaman hias langsung dari petani.
Wisata Alam Sumber Bantal: Sebuah kawasan mata air alami yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Kawasan ini pernah populer pada era 1980-an tetapi sempat terbengkalai dan kini dalam tahap revitalisasi.
Budaya
Masyarakat Desa Jambangan masih melestarikan berbagai tradisi dan kesenian, di antaranya:
Bersih Dusun (Merti Bumi): Ritual tahunan sebagai wujud syukur atas hasil panen, yang dirayakan dengan meriah terutama di Dusun Grangsil.
Kesenian Bantengan: Kesenian khas yang populer di desa, khususnya di Dusun Jegong.
Wayang Kulit dan Tayuban: Kesenian tradisional yang sering dipentaskan dalam acara-acara desa.